Warga Klaten Berminat Ikut Program Transmigrasi
Iming-iming perbaikan nasib menjadi pemantik bagi mereka untuk mengikuti program pemerintah itu.
Penulis: pdg | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Minat warga Klaten untuk menjadi transmigran cukup besar.
Iming-iming perbaikan nasib menjadi pemantik bagi mereka untuk mengikuti program pemerintah itu.
Banyaknya minat warga dibuktikan dengan jumlah pendaftar transmigran pada tahun 2015.
Dari jumlah kuota yang hanya 10 Kepala keluarga , ada 25 kepala keluarga (KK) yang antre untuk pergi keluar pulau Jawa.
"Untuk tahun ini Klaten di jatah 10 tempat, ditambah dua KK transmigran yang seharusnya berangkat tahun lalu akan tetapi baru terbang pada 2015. Total ada 12 KK yang bertransmigrasi menuju berbagai tujuan di luar pulau," ujar Kasi Pendaftaran dan Seleksi Transmigrasi (Pendafsi) Dinsosnakertrans Klaten, Hasto Raharjo, Senin (26/10/2015).
Menurutnya, tujuan transmigran di tahun 2015 berbeda. Nantinya dari 25 pendaftar akan diseleksi 10 KK yang nantinya dikirim ke Bengkulu dan Gorontalo.
Sedangkan, untuk mereka yang mendapatkan jatah 2014 diploting ke Poso.
Dirinya berkata, warga Klaten lebih meminati transmigrasi ke wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Akan tetapi karena ada moratorium, untuk sementara pengiriman ke daerah tersebut dihentikan terlebih dahulu.
Ia menyatakan, setelah dinyatakan lolos mereka akan mendapatkan pelatihan sebelum berangkat. Selain itu, selama satu depan ke depan para transmigran akan mendapatkan jaminan hidup di tempat pelaksanaan transmigrasi.
Selain itu, beberapa fasilitas yang akan diterima antara lain lahan pertanian berikut rumah.
"Disamping bertani, mereka juga dapat melakukan kegiatan seperti berwirausaha," jelas Hasto.
Tahun 2016, Bidang transmigrasi berencana untuk meminta kuota transmigran sejumlah 30 KK.
Namun demikian pihaknya tidak bisa menentukan apakah pemerintah pusat akan memberikan sebesar pengajuan Pemkab Klaten.
Hal itu terkait dengan dengan kewenangan pusat yang akan menentukan jumlah kuota transmigran untuk setiap kabupaten.
Adapun kecamatan yang banyak menyumbang transmigran adalah Kemalang, Manisrenggo, Bayat dan Gantiwarno. (*)