Ekspresi Wajah Wanita saat Melahirkan Punya Banyak Cerita
Fotografer asal Stockholm ini ingin melihat perbedaan kesehatan antara ibu-ibu Eropa dan Afrika
TRIBUNJOGJA.COM - Berfoto, banyak orang yang suka melakukannya. Untuk berfoto pun orang menggunakan ekspresi tertentu supaya terlihat menarik.
Ketika orang lain senang melihat ekspresi tertawa, Moa Karlberg lebih suka melihat ekspresi perempuan saat melahirkan.
Fotografer asal Stockholm ini ingin melihat perbedaan kesehatan antara ibu-ibu Eropa dan Afrika.
Dalam seri foto hitam dan putih yang diberi judul Seratus Kali Perbedaan, ia tinggal dengan ibu-ibu Swedia dan Tanzania
“Aku terpana oleh kesamaan ekspresi perempuan. Semua perempuan mengalami fase yang sama, meskipun perempuan Swedia menggunakan obat penghilang rasa sakit dan nitrous oxide, sementara perempuan Tanzania tidak menggunakannya.” Kata Moa Karlberg.
Terjadi kesenjangan sosial antara Swedia dan Tanzania.
Klinik Tanzania kekurangan sumber daya dan peralatan seperti spesialis, anestesi, persediaan darah, perawatan bayi premature dan susu formula.
Ini adalah faktor yang menyebabkan menyebabkan kematian ibu.
Foto yang diambil Moa hanya sebatas ekspresi saja, tidak ada bagian tubuh pribadi, atau pun darah.
“Saya lebih tertarik memotret ekspresi wajah secara detail daripada tubuh telanjang. Sebuah ekspresi wajah bercerita banyak.” Jelas Moa.
Menurutnya, kelahiran adalah sebuah pengalaman pribadi, dimana kebanyakan orang hanya menjadi saksi saat anak-anak mereka dilahirkan.
Fotografer menjadi pekerjaan yang menarik karena membuat Moa bertemu dengan orang-orang yang belum dikenal. Dalam pekerjaannya, Ia berusaha menghormati ‘model’.
“Ini menjadi saat-saat yang menakutkan sekaligus menarik.” Kata Moa
Dalam fotonya, perempuan Tanzania lebih tenang dibandingkan dengan perempuan Swedia. (dailymail.co.uk/MG2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ekspresi-wanita-saat-melahirkan_20151112_002715.jpg)