Pilkada Sleman
Tim Santun Ancam Menginap di Gedung DPRD Sleman
Tim Santun berencana menginap di halaman Kantor DPRD Sleman, Senin (19/10/2015) malam
Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tim Santun berencana menginap di halaman Kantor DPRD Sleman, Senin (19/10/2015) malam.
Mereka bermaksud menunggu hingga keluarnya surat rekomendasi pemberhentian Sri Muslimatun.
Ketua Tim Santun, Sadar Narima mengatakan aksi tersebut akan terus digelar hingga tuntutan dipenuhi. "Aksi ini kami gelar demi tegaknya demokrasi di Sleman," ujarnya.
Wakil Ketua Tim Santun, Yulianto mengatakan pimpinan dewan semestinya mengambil sikap yang tegas terhadap polemik ini.
Hal tersebut dinilai penting agar proses demokrasi di Sleman berjalan sebagaimana mestinya.
"Kondisi yang ada menunjukkan adanya upaya pengganjalan karena semua prosedur untuk memenuhi syarat pencalonan sudah dilakukan," ungkapnya.
Menurutnya proses pengusulan pemberhentian bagi Sri Muslimatun tidak lagi di tangan partai politik.
Hal ini lantaran Sri Muslimatun terlebih dahulu diberhentikan sebagai anggota PDIP dan sudah dibebastugaskan dari urusan partai.
Pemberhentian tersebut diperkuat dengan adanya surat pemecatan sebagai anggota atau kader PDIP, baik di tingkat DPC, DPD, hingga DPP.
"Dengan demikian, urusan pemberhentian Sri Muslimatun bukan lagi urusan partai, namun menjadi urusan pimpinan DPRD Sleman. Semestinya melihat kondisi ini, pimpinan dewan segera mengeluarkan usulan PAW kepada Gubernur. Sehingga proses pilkada di Sleman kembali berjalan," paparnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/unjukrasa_53535_20151019_183507.jpg)