Mahasiswi Farmasi UGM Ini Gemar Tulis Karya Ilmiah
Menulis ilmiah adalah tahapan awal mendapatkan jawaban dari masalah di masyarakat.
Penulis: mrf | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, M Resya Firmansyah
TRIBUNJOGJA.COM - Apa kegiatan yang menyenangkan bagi mahasiswi Fakultas Farmasi UGM, Sisca Ucche? Menulis karya ilmiah, jawabnya.
Meski relatif sulit, menurut Sisca (21), menulis ilmiah adalah tahapan awal mendapatkan jawaban dari masalah di masyarakat.
"Setelah karya ilmiah atau penelitian selesai, diharapkan setelahnya terbentuk kolaborasi antara peneliti dan pelaksana di lapangan, sehingga masalah yang ada di masyarakat dapat diselesaikan. Dapat bermanfaat bagi lainnya," ucap Sisca kepada Tribun Jogja, belum lama ini.
Selama berkuliah, dirinya sudah menelurkan dua karya ilmiah, yaitu tentang pemanfaatan buah buni sebagai alternatif pewarna makanan yang aman; dan pemanfaatan daun sambiloto dan daun mimba sebagai antibiotik. Dua karya ilmiahnya tersebut masuk publikasi internasional.
"(Karya ilmiah) pemanfaatan buah buni bahkan lolos hingga ke Pimnas (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, Red). Saya bersama kelompok penelitian saya, CCRC (Cancer Chemoprevention Research Center, Red) UGM, sebentar lagi akan menerbitkan publikasi karya ilmiah lagi," kata dara kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur, ini.
Meski rajin melakukan penelitian sekaligus menghasilkan karya ilmiah, bukan berarti Sisca tak mengalami kesulitan.
Misalnya, bahan untuk penelitian datang tak tepat waktu sehingga waktu penyelesaiannya pun tak sesuai target, alias molor. Namun semua itu kembali ke bagaimana cara menyikapinya.
"Kalau ada kendala, tinggal kita analisis agar ke depan tidak terjadi lagi. Dalam cara menulis ilmiah juga begitu. Setelah menulis, dievaluasi dan diperbaiki setelahnya," ujar Sisca. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sisca-ucche_20151017_215854.jpg)