Keluarga asal Sleman Ini Berangkat ke Bandara Kualanamo
Suasana berbeda terlihat di rumah korban hilangnya helikopter di Kabupaten Samosir, Sumatera Selatan.
Penulis: Santo Ari | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Suasana berbeda terlihat di rumah korban hilangnya helikopter di Kabupaten Samosir, Sumatera Selatan.
Rumah kediaman Sri Handayani di dusun Tegal Bojan, Purwomartani, Kalasan, Sleman yang merupakan ibunda Fransiskus Subihardayan, salah satu penumpang helikopter, tertutup rapat.
Kendati pintu utama tertutup rapat, di depan rumah tersebut juga telah disediakan kursi plastik untuk tamu atau keluarga yang datang silih berganti. Tak hanya tamu, polisi juga berjaga di rumah tersebut.
Salah satu kerabat, Supriyadi, mengatakan bahwa salah satu keluarganya pada Senin (12/10) kemarin sudah bertolak ke Bandara Kualanamo, Sumatera Utara.
Keberangatan keluarga tersebut merupakan permintaan dari pihak PT. Penerbangan Angkasa Semesta (PAS).
"Mereka meminta ada pihak keluarga ke sana dan akan difasilitasi oleh pihak PT.PAS," ujar Supriyadi, Selasa (13/10/2015).
Pihak keluarga yang dikirim akan siaga dan memantau perkembangan yang terjadi.
Lebih lanjut, Supriyadi juga menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada perkembangan signifikan terkait kabar terbaru dari keluarga mereka yang turut menumpang helikopter milik PT.Pas.
Adapun selain Fransiskus Subihardayan, ada juga penumpang lain yang berasal dari DIY yakni Nur Harianto yang merupakan paman dari Frans.
"Kabar yang diterima baru sebatas hilang kontak saja," terangnya. (tribunjogja.com)