Aktivis Bantul Tuding Danais Disalahgunkan untuk Kampanye Paslon

Modus yang diduga dimanfaatkan adalah menggunakan acara bidaya wayang kulit yang menggunakan Danais.

Penulis: apr | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Anas Apriyadi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Aktivis Bantul yang tergabung dalam Forum Selamatkan Demokrasi Bantul mengajukan surat kepada Presiden RI dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, untuk melaporkan dugaan penyimpangan penggunaan dana keistimewaan DIY untuk kampanye pilkada Bantul.

Koordinator Masyarakat Transparansi Bantul (MTB), Irwan Suryono, mengungkapkan modus yang diduga dimanfaatkan adalah menggunakan acara bidaya wayang kulit yang menggunakan Danais.

Acara tersebut dihadiri paslon dengan undangan panitia.

"Meski ajakan memilih tidak ada, tapi kehadiran dan pengenalan kandidat perlu dipertanyakan," tuturnya pada Senin (12/10/2015).

Koordinator FSDB, Rino Caroko menjelaskan tindakan paslon secara tudak langsung melanggar peraturan untuk tidak menggunakan anggaran dan fasilitas pemerintah.

Permintaan yang mereka sampaikan kepada presiden melalui surat tersebut adalah untuk mengusut dan meninjau kembali pengucuran danais di Bantul.

"Untuk sementara waktu dengan kondisi Bantul dikuasai salah satu paslon ditunda dulu selama pilkada supaya danais bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan tidak ada muatan politis," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved