Kustomfest 2015 Kian Curi Perhatian
Industri kustom culture atau rancang bangun kendaraan di Indonesia bergeliat dan menunjukkan taringnya sebagai pemain besar di kancah internasional
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Industri kustom culture atau rancang bangun kendaraan di Indonesia sedang bergeliat dan menunjukkan taringnya sebagai pemain besar di kancah internasional.
Hal ini antara lain terlihat dari semakin banyaknya builder (sebutan untuk para penggiat kustom) dan produsen di bidang otomotif yang turut ambil bagian dalam festival Kustomfest 2015.
Festival kustom culture yang diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara ini bakal kembali dihelat 3-4 Oktober 2015 di Jogja Expo Center.
Sejumlah builder dan brand produk otomotif baik tingkat lokal maupun internasional ternama memang sudah mengiyakan keikutsertaannya dalam festival tersebut.
Di antaranya brand ban Zeneos, produsen pakaian jeans Wrangler, Honda One Heart, Mooneyes Inc, Fourspeed Metalwrks, Cleveland Cyclewerks, dan banyak lainnya.
Direktur Kustomfest, Lulut WAhyudi, Kamis (1/10/2015), mengatakan, Kustomfest 2015 akan menjadi ajang berkumpulnya pelaku industri kustom kulture di Indonesia dan mancanegara.
Beberapa peserta dari sjeumlah Negara akan hadir memamerkan karayanya di festival tahunan tersebut.
Antara lain dari Jepang, Thailand, Malaysia, Australia, Jerman, Amerika Serikat, Brunai Darussalam.
Event kali ini akan menghadirkan bermacam pertunjukkan karya kustom terbaik. Mulai kustom bike show, hot road dan kustom car show, paint battle, kustom art and classic island.
Ada juga body art tatto show dan banyak lainnya.
Selain itu, pihaknya mengonsep Kustomfest sebagai lokomotif pengembangan potensi pariwisata di Yogyakarta dengan banyaknya pengunjung dari ranah domestik maupun mancanegara.
Di dalamnya memadukan beragam elemen, termasuk otomotif, industri kreatif, hingga seni pertunjukan dan budaya.
“Hal tersebut akan berdampak positif secara langsung pada tumbuh kembang industri pariwisata di kota ini. Mau tidak mau, Kustomfest pasti akan menarik pengunjung dari luar negeri. Beberapa produsen manca juga sudah ambil bagian dalam event ini,” kata Lulut.
Diperkirakan, ada sekitar 1.500 pengunjung asal mancanegara yang akan menghadiri festival tersebut.
Sementara secara total dengan pengunjung domestik, diprediksi ada sekitar 10.000 orang yang bertandang ke Kustomfest 2015.
Lucky Draw
Untuk menarik minat pengunjung, pihaknya juga menghadirkan lucky draw berupa sepeda motor kustom yang dinamakan Jaran Kore.
Motor ini diramu secara khusus oleh bengkel kustom Classic Retro Cycles dengan basis BMW R65 bermesin Boxer 650 cc lansiran tahun 1978.
Motor ini akan diberikan secara cuma-cuma kepada satu orang pengunjung festival yang beruntung. Undian akan dilakukan terhadap tiket masuk senilai Rp50 ribu yang dibeli pengunjung.
"Jaran Kore dalam bahasa Jawa berarti kuda liar yang sulit ditunggangi. Kami sengaja ingin memunculkan karakter yang selama ini belum pernah dilihat. Ini aslinya adalah motor touring tapi kami build jadi traditional scrambler dengan craftmanship Reyro Classic Cycles" kata Lulut.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, Kustomfest 2015 kini juga mendapat dukungan dari DInas Pariwisata DIY yang memberikan fasilitasi khusus pada acara tersebut.
Kepala Seksi Standarisasi Produk Bidang Pengembangan Destinasi, Dinpar DIY, Jufri mengatakan bahwa pihaknya melihat dampak positif yang dibawa Kustomfest sebagai bagian dari industri kreatif DIY dan juga turut memajukan sektor pariwisata DIY.
Diharapkan, pengunjung yang dating dari berbagai asal, termasuk mancanegara, nantinya tidak hanya menikmati pameran modifikasi di Kustomfest tapi juga bisa melihat dan berkunjung ke objek wisata dan desa-desa wisata yang sudah dikemas pemerintah untuk memajukan perekonomian daerah.
“Festival ini juga sudah terdaftar di Biro Hukum Setda DIY di mana Sultab HB X turut menjadi pelindung event. Ini menjadi kebanggan tersendiri bagi DIY karena ada pengunjung yang jauh-jauh dari Afrika Selatan hanya untuk menonton KUstomfest. Kami berharap ke depan semakin banyak dampak positif lainnya dari pameran ini ke sector pariwisata,” kata dia. (tribunjogja.com)