Banyak Ikan Mati, KLH Uji Sampel Air Laut dan Bangkai Ikan

Petugas Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kulonprogo turun lapangan mengidentifikasi adanya pencemaran atau tidak di kawasan Laguna Pantai Glagah.

Banyak Ikan Mati, KLH Uji Sampel Air Laut dan Bangkai Ikan
Net
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Petugas Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kulonprogo turun lapangan mengidentifikasi adanya pencemaran atau tidak di kawasan Laguna Pantai Glagah, Senin (28/9/2015).

Langkah ini dilakukan setelah ribuan ikan di perairan kawasan itu mati.

Kasi Pengawasan dan Pengendalian KLH Kulonprogo, Rin Dwari Widiastuti, mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Sejauh ini, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian ribuan ikan itu mati.

"Kami ambil sampel air laut dan ikan mati untuk bahan uji laboratorium. Sementara ini kami tidak berani menduga-duga kenapa itu terjadi," katanya, Senin (28/9/2015).

Kasus matinya ribuan ikan di perairan kawasan wisata andalan Kulonprogo itu terlihat sejak Jumat pekan kemarin.

Kesulitan mendeteksi penyebabnya secara langsung, KLH lantas membawa sampel itu ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

"Kemungkinan butuh waktu lama untuk mengetahuinya," ujarnya.

Keberadaan bangkai ikan di kawasan itu praktis mengganggu aktivitas pelaku wisata. Warga setempat sempat menduga kasus itu akibat aktivitas mencuci daging kurban sehingga mencemari air pantai.

Meski demikian, KLH enggan menduga-duga pembuangan sisa kurban sebagai penyebabnya.

Plt Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kulonprogo, Sudarna, di sisi lain menilai logis jika pencemaran diduga disebabkan limbah hewan kurban.

"Tapi belum bisa memastikan sebab utamanya," tutur Sudarna.

Sementara soal dugaan pencemaran ditindaklanjuti KLH, DKPP kini merencanakan penyebaran benih kembali di kawasan perairan itu.

"Kami siap kalau memang diperlukan akan restocking benihnya agar populasi ikan bertambah," lanjutnya. (tribunjogja.com)

Penulis: Yoseph Hary W
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved