Nilai Tukar Rupiah Masih Tertekan
Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Jumat (25/9/2015)
TRIBUNJOGJA.COM - Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Jumat (25/9/2015).
Mata uang garuda dibuka melemah ke posisi Rp14.706 per dollar AS, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya pada 14.684.
Berdasarkan data Bloomberg, pukul 09.05 WIB, rupiah masih terpuruk di posisi Rp14.707 per dollar AS, setelah sempat bergerak ke kisaran 14.685.
Hari ini rupiah diprediksi masih terterkan. Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk mengatakan, data ekonomi domestik minim.
Maka tekanan rupiah lebih dipengaruhi faktor eksternal, terutama memburuknya indeks manufaktur China. Ini menegaskan perlambatan ekonomi Negeri Panda.
Wajar pertumbuhan ekonomi China tahun ini diprediksi di bawah 7 persen.
"Dikhawatirkan PBoC kembali mendevaluasi yuan. Ini bikin dollar lebih perkasa," ujar Reny seperti dikutip dari Kontan.
Untuk mencegah kurs rupiah semakin jatuh, menurut Reny, BI perlu melakukan berbagai intervensi, baik dengan memanfaatkan cadangan devisa atau kebijakan lain.
Ia memprediksi, pergerakan rupiah pada hari ini berada di kisaran 14.510-14.785. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rupiah_0508_20150805_213139.jpg)