Breaking News:

Pilkada Bantul

Usai Insiden Pemukulan, Panwas Bantul Minta Semua Pihak Cooling Down

Panwas Bantul meminta semua pihak dapat menahan diri dan menjaga kondusifitas dalam Pilkada Bantul

Penulis: apr | Editor: Ikrob Didik Irawan
net
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pascainsiden penganiayaan terhadap anggota Panwascam di Bantul, Panwas Bantul meminta semua pihak dapat menahan diri dan menjaga kondusifitas dalam pilkada Bantul.

Ketua Panwas Bantul Supardi memastikan meskipun terjadi penganiayaan terhadap pengawas, pengawasan selanjutnya tetap berjalan seperti biasa dan berharap tidak ada lagi kejadian serupa.

"Kami berharap semua cooling down, aturan main juga ditaati," ungkapnya pada Jumat (18/9/2015).

Pengawasan menurutnya juga tetap diperlakukan sama terhadal kedua paslon.

"Mengingatkan jadwal kampanye juga sama, tidak ada pembedaan," tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Dadiyo membenarkan adanya laporan penganiayaan terhadap anggota Panwascam tersebut.

"Waktu itu (situasi) sudah kita amankan, karena terjadi kesalahpahaman," terangnya.

Menurutnya memang ada unsur pelanggaran hukum dari kejadian tersebut, namun polisi masih melakukan penyelidikan untuk bisa mencari siapa pelaku penganiayaan tersebut.

"Kita masih mencari saksi yang lain," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tindak kekerasan kepada pengawas pilkada mulai terjadi dalam gelaran Pilkada Bantul 2015.

Diduga terpicu kesalahpaham, saneorang Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) mendapat penganiayaan dari oknum simpatisan pendukung salah pasangan calon (paslon) saat mengawasi kampanye.

Korban penganiayaan adalah anggota Panwascam Sanden, Agung Santoso yang terjadi dalam kampanye paslon nomor dua, Sri Surya Widati-Misbakhul Munir di Aula Balai Desa Gadingsari, Sanden pada Kamis (17/9/2015) malam. (tribunjogja.com)

Tags
Pilkada
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved