Pemiliknya Meninggal Tatonya Bisa Diawetkan
National Association for the Preservation of Skin Art (NAPSA) mengumumkan mulai 1 September mulai menawarkan anggota untuk mengawetkan tato.
TRIBUNJOGJA.COM - Untuk sebagian besar masyarakat, tato memang menjadi hal yang menarik dan dijadikan identitas hingga ajal menjemput.
Tapi apakah pernah terfikirkan dalam benak anda untuk mengabadikan tato ditubuh setelah pemiliknya meninggal?
Kelompok nirlaba berbasis di Cleveland awal September telah mengumumkan layanan baru untuk melestarikan karya seni tato yang ada dibagian tubuh setelah pemilinya meninggal.
Dilaporkan Foxnews.com, The National Association for the Preservation of Skin Art (NAPSA) mengumumkan mulai 1 September mulai menawarkan anggota untuk mengawetkan tato.
"Kami ingin menyediakan sumber daya dan dukungan kepada anggota kami agar bisa diawetkan," Charles Hamm, Direktur Eksekutif NAPSA, dilaporkan Sabtu (19/9/2015).
Mereka meyakini langkah itu akan berjalan mengingat data jajak pendapat 2012 menunjukkan satu di lima orang dewasa Amerika memiliki setidaknya satu tato.

Tato Tiga Dimensi
Bagaimana mengabadikan tato? menurut rilis yang diterima, ada proses untuk meremajakan seni dan membawa ke tampilan aslinya.
Proses itu butuh waktu lebih kurang 18 jam, mayat yang setuju untuk berpartisipasi nantinya akan diberi senyawa khusus pada tatonya.
NAPSA menawarkan manfaat uang tunai sebesar $ 2.000 untuk anggota usia 18-49 atau $ 1.000 untuk anggota usia 50 dan lebih tua saat pendaftaran.
Biaya inisiasi $ 115 NAPSA dan $ 60 biaya tahunan memungkinkan untuk satu tato. Setiap tato diawetkan tambahan biaya $ 100, tergantung pada ukuran.
Kelompok itu mengatakan tidak ada batasan pada jumlah, ukuran atau lokasi tato selama dia setuju secara pribadi dan berusia minimal 18 tahun.
Catatan lain juga selama tato itu tidak pada wajah atau alat kelamin.
"Anda tidak akan pernah membakar Picasso atau karya seni Anda kan, Tato Anda juga seni dengan cerita yang unik, hanya di atas kanvas yang berbeda," kata Hamm dalam rilis. (*)