Breaking News:

Warga Ngaku Menolak Money Politic

Kampanye peserta pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih.

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: oda
Warga Ngaku Menolak Money Politic
Ist
Ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kampanye peserta pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Desa Kedungsari Kecamatan Pengasih, Senin (14/9/2015) malam, menyedot perhatian masyarakat.

Warga mulai dari kalangan anak, pemuda, ibu-ibu hingga para sesepuh pun turut datang.

Camat Pengasih, Santosa, yang hadir membuka dengan sambutannya bahkan mengapreasiasi antusiasme masyarakat.

Mereka datang berbondong-bondong dan duduk lesehan tanpa alas di halaman Balai Desa Kedungsari malam itu.

Melihat ketenangan masyarakat, Santosa meyakini, kampanye yang kental dengan budaya kerukunannya hanya ada di Kedungsari.

Dia merasa yakin warga itu siap menyongsong pemimpin baru yang bersih. Apalagi, menurutnya, warga pada suatu kesempatan menyatakan kepadanya menolak money politic.

"Waktu saya tanya siapa menolak money politic, semua ngacung (tunjuk jari). Nah, kalau nanti ada money politic, berarti jari tangannya 'punther' (karena mengingkari)," ujar Santosa, Senin malam.

Kampanye hari pertama itu diikuti semua calon peserta yaitu Wasiyan, Sudarman, Isnaryati Santi, dan Sabingin. Empat calon kades satu persatu menyampaikan visi dan misi serta terlibat saling tanya-jawab.

Secara garis besar, masing-masing bercita-cita menjalankan pemerintahan secara bersih.

Halaman
12
Tags
pilkades
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved