Breaking News:

Pilkada Bantul

Panwascam Pundong Panggil Dua Dukuh

Kasus dugaan pelanggaran netralitas pamong desa dalam masa kampanye Pilkada Bantul 2015 kembali mencuat

Penulis: apr | Editor: Ikrob Didik Irawan
net
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kasus dugaan pelanggaran netralitas pamong desa dalam masa kampanye Pilkada Bantul 2015 kembali mencuat setelah dua kepala dukuh di Pundong dipanggil Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

Ketua Panwascam Pundong, Sarjono mengungkapkan kedua kepala dukuh telah dipanggil untuk dimintai klarifikasinya dalam dua kasus yang melibatkan dua paslon berbeda.

Salah satu kepala dukuh yang ada di desa Seloharjo menurutnya hadir dalam acara temu relawan pasangan Suharsono Abdul Halim Muslih sekitar seminggu yang lalu.

"Dia bilang kepada warga nahdliyyin untuk memilih calon yang nahdliyyin," ujarnya pada Jumat (11/9/2015).

Cawabup Halim sendiri seperti kita tahu berlatar belakang NU dan merupakan Ketua DPC PKB Bantul yang kental dengan NU.

Selain ucapannya tersebut, menurutnya Panwascam juga mempermasalahkan kehadiran dukuh dalam acara temu relawan paslon.

"Kok dukuh bisa hadir di situ," tuturnya.

Kasus kedua menurutnya terjadi di desa Srihardono dimana saat ada mreti dusun yang menghadirkan pasangan calon Sri Surya Widati dan Misbakhul Munir, kepala dukuh mengucapkan terima kasih kepada pemerintah.

"Tidak ada pernyataan untuk memilih, hanya berterimakasih, indikasi kami berterimakasih kepada pemerintah yang mana?," ujarnya.

Halaman
12
Tags
Pilkada
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved