Dagadu Terus Ekspansi Pasar dan Produk

Meskipun pariwisata masih menjadi sektor yang menopang bisnisnya, namun PT Aseli Dagadu Jokdja melalui brand Dagadu terus berekspansi.

Penulis: Santo Ari | Editor: oda
tribunjogja/rintoari
Puluhan pelaku wisata mulai dari biro perjalanan hingga guide mengikuti Media Gathering Dagadu di Yogyatourium, Rabu (19/8/2015). Untuk menjalin kedekatan dengan para pelaku wisata di Yogyakarta, Dagadu rutin menggelar pertemuan semacam ini. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meskipun pariwisata masih menjadi sektor yang menopang bisnisnya, namun PT Aseli Dagadu Jokdja melalui brand Dagadu terus berekspansi.

Hal tersebut tak lepas dari kelesuan pasar yang sempat menghambat target pertumbuhannya. Ke depannya, Dagadu tidak hanya menyasar segmen wisatawan namun juga pasar lokal.

Untuk terus menguatkan penjualan berbagai produknya, Dagadu juga terus memerluas kerjasama terutama dengan para biro perjalanan, pemandu wisata hingga sopir.

Pertumbuhan pelaku pariwisata juga diantisipasi dengan menggandeng para pelaku tersebut. Satu di antaranya dengan menggelar Mitra Gathering dimana Dagadu dapat menyosialisasikan berbagai layanan barunya.

Direktur Utama Dagadu, A Noor Arief mengatakan, meskipun Dagadu merupakan sebagian kecil pelaku bisnis namun tetap tidak terpisahkan dari wisata di Yogyakarta.

Untuk itu pihaknya terus mengembangkan diri dengan menjaring masukan dari berbagai mitra Dagadu.

"Kami mendapat banyak masukan dan saran dari teman-teman misalnya biro perjalanan dan tour guide. Tentunya mereka yang lebih tahu kondisi di lapangan dan kebutuhan wisatawan. Masukan itu sangat penting untuk kami," jelasnya di sela Mitra Gathering Dagadu di Yogyatourium di Jalan Gedongkuning Selatan, Rabu (19/8/2015).

Arief mengungkapkan, secara umum kondisi pasar saat ini cukup berat. Hal itu terlihat dari jumlah pertumbuhan pada semester 1 2015. Meskipun ada pertumbuhan, namun jumlahnya masih di bawah angka yang ditetapkan.

"Awalnya kami menargetkan angka pertumbuhan sekitar 20 persen. Namun karena kondisi tersebut, akhirnya realisasinya hanya sekitar 12 persen," katanya.

Menghadapi kondisi perekonomian yang masih cukup lesu, lanjut Arief, pihaknya pun menempuh sejumlah strategi misalnya menambah daya tarik untuk wisatawan.

Pada momen-momen tertentu pihaknya menghadirkan program misalnya pada momen mudik Lebaran kemarin ada program Rumah Mudik. Ini merupakan satu bentuk upaya untuk memberikan pelayanan lebih kepada wisatawan.

"Selain itu, kami sekarang mencoba menggarap pasar lokal. Selama ini memang lebih condong ke pasar wisatawan. Nah, untuk pasar lokal ini kami mencoba penambahan ragam produk dengan lebih kelihatan Jogjanya," ungkap dia.

Di tempat yang sama, Marketing Communication Manager Dagadu, Tanjung Ardhiani mengatakan, dalam Mitra Gathering tersebut sedikitnya 60 pelaku usaha pariwisata hadir. Lebih dari separuhnya merupakan pelaku baru.

"Untuk itu kami ingin mendekatkan diri kepada para mitra kami, menyerap aspirasi mereka. Selain itu kami juga menyosialisasikan berbagai fasilitas baru kami," ujarnya. (tribunjogja.com)


Delivery Makanan Jogja? Klik makandiantar.com atau 0274 554 554. Ongkir Gratis !

Sumber: Tribun Jogja
Tags
Dagadu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved