Suara Tangisan Evi Menembus Dinding Kaca KPK saat Ditahan

Suara tangisan seketika menggema saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memeriksa seorang saksi perkara suap DPRD Musi Banyuasin

Suara Tangisan Evi Menembus Dinding Kaca KPK saat Ditahan
Ambaranie Nadia K.M
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evi Susanti mengklarifikasi dugaan keterlibatan mereka dalam kasus suap hakim dan panitera PTUN Medan, Selasa (28/7/2015) dini hari. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Suara tangisan seketika menggema saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memeriksa seorang saksi perkara suap DPRD Kabupaten Musi Banyuasin.

Tangisan itu terdengar cukup kencang, sampai-sampai menembus kaca pembatas ruang pemeriksaan di sebelahnya.

Beberapa detik pemeriksaan terhenti, namun kembali dilanjutkan, setelah penyidik mengetahui si empu tangisan berasal dari ruang pemeriksaan Evi Susanti, istri Gubernur Gatot Pujo Nugroho yang dijerat pada perkara suap hakim PTUN Medan.

Tak selang dari peristiwa itu terjadi, sekitar pukul 20.00 WIB, ‎pemeriksaan kasus Muba rampung. Sehingga si saksi dapat berjalan melewati ruang periksa Evi, lalu ruang pemeriksaan Gatot.

"Eh ternyata benar, Ibu Evy yang nangis tadi," ujar saksi tersebut saat‎ berbincang dengan wartawan di halaman kantor KPK, Senin (3/8/2015) malam.

Ruang penyidikan sendiri memang terpisah pisah oleh pembatas. Namun ada ruang 'tamu' sebelum pintu ‎keluar. Di saat bersamaan seorang dokter masuk ke ruang tersebut membawa peralatan medis.

"Nah saya tanya juga itu rompi (tahanan) di atas meja buat siapa, eh dia nunjuk ke ruangan dua orang itu (Evi dan Gatot)," ujarnya seraya tersenyum.

Ketika saksi itu berbincang dengan wartawan, dua mobil tahanan masuk ke halaman kantor KPK.

Pantauan Tribun pun beralih ke pintu lobby kantor KPK. ‎Sembari awak media bersiap mengambil gambar di tangga halaman, para pengacara Gatot tampak bersiap-siap di dalam ruang lobby.

Sekitar lima menit, Gatot pun keluar menggunakan rompi tahanan KPK, diapit dua petugas KPK yang menuntunnya menerobos barisan wartawan untuk masuk ke mobil tahanan.

Wajahnya berkeringat, namun tak satu katapun keluar dari mulut Gatot itu menjawab pertanyaan wartawan. Selang beberapa saat, Evi lah yang dibawa keluar kantor superbody tersebut.

Bedanya kalau Gatot, ketika keluar masih memasang tampangnya, justru Evy menundukan kepalanya di dekapan petugas perempuan KPK, lalu masuk ke mobil Tahanan KPK.‎

Di dalam Mobil, Evi pun terus menundukan kepalanya di apitan lengan petugas.

Razman Arief Nasution, Pengacara kedua tersangka, saat dikonfirmasi mengenai peristiwa itu, membantah kliennya menangis saat menandatangani surat penahanan.

"Oh gak ada, tegar beliau, saya kagumlah," kata Razman. Tapi memang diakui Razman, kliennya, baik Evi maupun Gatot sudah berkomitmen untuk membantu KPK mengungkap kasus ini. (*)

Tags
KPK
Editor: dik
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved