Meski Buta, Pria Karanganyar Ini Mampu Mainkan Seluruh Alat Gamelan
Meskipun tidak bisa melihat alias buta sejak lahir, akan tetapi mampu memainkan alat musik modern maupun alat musik tradisional seperti gamelan.
TRIBUNJOGJA.COM, KARANGANYAR - Dilahirkan dalam kondisi yang tidak sempurna, tidak membuat Rasino (40) patah arang menjalani kehidupannya.
Pria asal Kebumen yang kini tinggal di Karanganyar ini meskipun tidak bisa melihat alias buta sejak lahir, akan tetapi mampu memainkan alat musik modern maupun alat musik tradisional seperti peralatan gamelan.
Bahkan pria yang sudah dikaruniai dua orang anak ini juga tidak patah semangat menutun ilmu hingga lulus sarjana karawitan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.
"Saat ini, pekerjaan saya adalah membantu mengajar karawitan di Sanggar Sarotama milik Pak Mudjiono, lalu juga mengajar karawitan juga di SDN Jagalan serta SLB Jagalan," ujar Rasino kepada Tribun Jateng, Jumat (31/7/2015).
Rasino menuturkan meski bayaran yang diterimanya dari profesinya sebagai guru honorer dari dua sekolah ini hanya Rp 600 ribu dan sangat kurang untuk mencukupi kehidupan keluarganya akan tetapi dia ikhlas menjalaninya.
"Kalau selesai mengajar kadang saya menerima jasa menjadi tukang pijat kalau ada yang membutuhkan jasa saya. Tetapi, pekerjaan memijat hanya sambilan," sambungnya.
Rasino menuturkan dia mulai mendalami kegiatan seni musik saat duduk di bangku SMP di Solo usai pindah dari kota asalnya di Kebumen.
"Karena tidak bisa melihat, maka saya paling peka terhadap suara. Musik kan ideom pokoknya suara, dari sana saya mulai menyukai musik," tandasnya. (Tribunjateng.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemain-gamelan_20150802_184654.jpg)