Berburu Peruntungan di Hari Kemerdekaan
Selain bendera, Ade juga menjual pernik khas yang biasa dipasang menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penulis: ang | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Panas sinar matahari sejak pagi hingga sore hari ditambah dengan polusi udara yang kian menggumpal menjadi teman setia Ade Rahman (56), seorang pedagang bendera di tepi Jalan KRT Pringgodiningrat, Sleman.
Hanya dengan menggunakan tali plastik, pria asal Garut, Jawa Barat itu menata dagangannya menyerupai lapak sederhana.
Selain bendera, Ade juga menjual pernik khas yang biasa dipasang menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Setiap kali menjelang HUT RI, saya selalu berjualan bendera dan umbul-umbul. Sudah sepuluh tahun ini saya jualan bendera dan lokasinya selalu di DIY. Kalau enggak di Sleman ya di Bantul," ujarnya saat ditemui Tribun Jogja, akhir pekan lalu.
Beberapa tahun terakhir, ia harus rela tidak merayakan Idul Fitri bersama keluarganya lantaran mepetnya Idul Fitri dengan peringatan hari kemerdekaan. Daerah jualannya pun berganti antara Sleman dan Bantul.
"Kalau balik nanggung, karena biasanya dagangan laris dibeli saat mendekati tujuh belasan (17 Agustus).Uang hasil berjualan yang akan dibawa pulang juga belum terkumpul," katanya dalam logat Sunda yang kental.
Selengkapnya simak di halaman 6 Tribun Jogja edisi Senin (3/8/2015). (Tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/0208_penjual-bendera_20150802_153105.jpg)