Nasmoco Sukses Stabilkan Penjualan Armada Niaga

Kelesuan ekonomi berdampak pada penurunan penjualan sejumlah pabrikan otomotif

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUN JOGJA/Rento Ari Nugroho
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menghadapi kelesuan ekonomi yang berdampak pada penjualan produk otomotif, main dealer Toyota wilayah Jateng dan DIY, Nasmoco menempuh sejumlah strategi penjualan.

Selain menghadirkan berbagai program menarik, memperkuat hubungan dengan pelanggan juga menjadi kunci untuk kestabilan penjualan.

Operation Manager Nasmoco Group wilayah Selatan, Agus Partono mengatakan, kelesuan ekonomi berdampak pada penurunan penjualan sejumlah pabrikan otomotif.

Hal itu turut berimbas pada turunnya penjualan armada niaga atau komersial di pihaknya.

"Penjualan sementara ini turun dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu rata-rata kami bisa menjual sekitar 120 unit per bulan namun kini hanya sekitar 75 unit. Hal ini tak lepas dari situasi ekonomi yang agak berat," jelasnya ketika ditemui Tribun Jogja di sela Costumer Gathering Dyna Center di Hotel Ros-In, Rabu (29/7/2015) petang.

Tidak hanya kondisi perekonomian yang berat, lanjut Agus, beberapa kebijakan pemerintah juga menjadi tantangan tersendiri.

Ia mencontohkan, fluktuatifnya harga BBM hingga penutupan sejumlah tambang pasir di Yogyakarta dan sekitarnya membuat pengusaha berhitung ulang untuk menambah ataupun meremajakan armadanya.

"Di satu sisi saja misalnya BBM, (nilai, red) barang yang diangkut cenderung tidak naik sementara ongkosnya naik. Tentu saja ini merugikan pengusaha. Sementara dari segi pembiayaan, keterbatasan leasing company baik bank atau non bank sangat berdampak. sebab, sekitar 70-80 persen pembelian dilakukan secara kredit. Upaya pemerintah untuk menggairahkan pasar melalui penurunan uang muka kredit kendaraan tidak terlalu berdampak signifikan," paparnya.

Meski secara keseluruhan terdapat penurunan, lanjut Agus, ada lini produk komersial yang cukup stabil. Dari lini komersial, terdapat dua varian yaitu armada angkut kelas dua ton yaitu truk dan kelas ringan yaitu pikap.

Sebelumnya pasar terbesar adalah truk, namun karena terjadi penurunan hingga 30 persen, maka posisinya kemudian mulai beralih.

Armada komersial ringan yaitu pikap penjualannya relatif stabil sehingga mulai berkontribusi ke penjualan.

"Untuk wilayah DIY dan sekitarnya, penjualan pikap mulai menyumbang di angka 15-20 persen," jelasnya.

Untuk terus bertahan di tengah pasar yang semakin keras, terang Agus, main dealer dan dealer pun menempuh sejumlah strategi. Satu contohnya adalah berbagai program menarik untuk konsumen.

"Terutama program yang langsung menyasar ke konsumen, misalnya Easy Ownership Program (EOP). Konsumen bisa memilih kemudahan yang ditawarkan antara lain DP lunak, bebas dua kali angsuran hingga bunga rendah," paparnya.

Selain program, tegas Agus, satu hal penting yang tidak bisa dilepaskan dari upaya memertahankan penjualan adalah hubungan erat dengan pelanggan.

Karena itu pihaknya pun gencar melakukan berbagai program untuk menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
Nasmoco
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved