Pilkada Sleman

Tekanan Darah Sri Purnomo Tinggi, Yuni Rendah

Setelah mendaftar, pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati menjalani tahapan tes kesehatan di RSUD Sleman

Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Angga Purnama
Bupati Sleman sekaligus Cabup, Sri Purnomo mengikuti tes kesehatan di RSUD Sleman, Kamis (30/7/2015) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Setelah mendaftar, pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati menjalani tahapan tes kesehatan di RSUD Sleman, Kamis (30/7/2015).

Sejumlah tes keaehatan mulai fisik hingga kejiwaan diujikan oleh tim dokter.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui tekanan darah calon petahana yang diusung oleh PAN dan lima partai lainnya, Sri Purnomo (SP) cukup tinggi, yakni mencapai 140/80.

Sebaliknya calon petahana yang diusung oleh PDIP dan Gerindra, Yuni Satia Rahayu justru memiliki tekanan darah yang rendah, yakni 100/60.

Kondisi tekanan darah yang tinggi tersebut diakui oleh SP. Menurutnya hal tersebut terjadi setelah ia mengerjakan ratusan soal tes psikologi.

"Wajar kalau tinggi, tes yang dikerjakan sampai 564 soal," kelakarnya ditemui di ruang tes tekanan darah.

Dengan menjalani rangkaian tes kesehatan kali ini, SP tercatat telah tiga kali mengerjakan soal psikologi.

Pertama saat maju dalam pilkada Sleman 2004 bersama Ibnu Subiyanto sebagai cawabup, lalu bersama Yuni Satia Rahayu pada 2010 sebagai cabup. Dan yang ketiga, saat ini bersama Sri Muslimatun (SM).

"Sudah tiga kali tapi kan sudah lupa," katanya kepada dokter yang memeriksanya.

Tes kesehatan paslon terpantau berjalan lancar. Dalam tes tersebut, SP datang ke RSUD Sleman pukul 06.10 dan disusul SM yang datang pukul 06.30.

Beberapa saat kemudian, Yuni datang pukul 06.50 dan terakhir Danang pada pukul 07.00.

Jalannya tes kesehatan dilakukan oleh 12 personel dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sleman. Ketua IDI Sleman, DR dr Sri Rahardjo menyebutkan terdapat dua tipe tes yang diujikan.

Antara lain pemeriksaan standar yang meliputi mata, gigi, syaraf, jiwa, psikologi, hingga organ dalam, serta pemeriksaan indikasi seperti tes HIV dan narkoba.

"Hasil pemeriksaan paslon akan langsung kamj serahkan kepada KPU Sleman setelah selesai dilakukan. Kami diberikan waktu dua hari, Kamis (30/7/2015) dan Jumat (31/7/2015). Namun semua paslon sudah selesai dalam waktu sehari," katanya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved