Empat Pelaku Penganiayaan Kasus 'Hello Kitty' Dihukum Penjara

Empat terdakwa pelaku penganiayaan gara-gara tatto Hello Kitty terhadap LA (16) dinyatakan bersalah

Empat Pelaku Penganiayaan Kasus 'Hello Kitty' Dihukum Penjara
Tribun Jogja/ Anas Apriyadi
Saksi sedang memberikan pernyataan dalam sidang kasus gara-gara tato Hello Kitty, di Pengadilan Negeri Bantul, Senin (25/5/2015) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Empat terdakwa pelaku penganiayaan gara-gara tatto Hello Kitty terhadap LA (16) dinyatakan bersalah dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Bantul, Senin (27/7).

Keempat pelaku yang berstatus dewasa yaitu atas nama Maylisa Ayu Putri (18) dijatuhi hukuman penjara 4 tahun.

Rr Putri Wahyuning Dewi (18) dihukum selama 4,5 tahun, Wulan Rizki (18) dihukum kurungan selama 3 tahun dan satu-satunya terdakwa laki-laki Muhammad Syahrizal, (19) dihukum penjara selama 3,5 tahun.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Sulistyo Dwi Putro tersebut, ketiga terdakwa yaitu Maylisa, Syahrizal dan Puteri terbukti telah melanggar pasal 333 ayat 1 junto pasal 55 ayat 1 Kitab Hukum Undang-undang Pidana (KUHP) tentang
menghilangkan kemerdekaan orang, pasal 170 ayat 2 tentang penganiayaan serta pasal 351 ayat 1 junto pasal 55 ayat 1 tentang penyiksaan secara berkelompok dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara.

“Mereka terbukti bersalah telah menganiaya LA seperti yang tertera dalam tuntutan jaksa,” ujar Sulistyo.

Sementara itu, Wulan hanya terbukti bersalah melanggar pasal 351 ayat 1 junto pasal 55 ayat 1 karena tidak terlibat dalam penyekapan karena datang belakangan.

Kuasa hukum para terdakwa, Mudia Mardiyansah mengaku masih pikir-pikir dengan putusan majelis hakim tersebut.

Penganiayaan terhadap LA terjadi pada Februari lalu, dari penganiayaan tersebut LA mendapat luka bakar di kepala, leher, punggung, pundak, pantat kanan.

Kemaluan korban selain dicukur tidak teratur juga disudut rokok pada bagian atas kemaluan dan dimasuki botol minuman keras.

Sebelumnya, dua terdakwa lain yang masih dibawah umur, yaitu RS dan NK hanya mendapat hukuman pembinaan di Panti Sosial Bina Remaja.

Sedangkan tiga pelaku lain Dena Titi Ratih, Candra Kurniawan, Putri Diandra masih menjadi buron polisi. (tribunjogja.com)

Penulis: apr
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved