Breaking News:

Ini Perbedaan Gunung Merapi dan Gunung Raung

Tidak ada yang bisa memprediksi aktivitas Gunung Raung yang berada di perbatasan Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Earth Observatory NASA
Foto erupsi Gunung Raung yang diambil satelit NASA pada 11 Juli 2015 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tidak ada yang bisa memprediksi aktivitas Gunung Raung yang berada di perbatasan Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, Jawa Timur, kapan akan mereda.

Kendati demikian Kepala Badan Geologi, Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono yang akrab dipanggil Mbah Rono menyebutkan bahwa letusan besar di Gunung Raung sudah terjadi awal Juli kemarin.

Dengan kondisinya sekarang, Mbah Rono menjelaskan titik rawan Gunung Raung hanya sepanjang tiga kilo meter saja.

"Radius bahaya berada 3 kilometer. Gunung Raung sudah dan sedang meletus, makanya asapnya sampai sekarang. Kedepan ya segitu terus, sampai benar-benar berhenti," ujar Mbah Rono.

"Jangan dinilai letusan Gunung Raung sama dengan Gunung Merapi," tambahnya.

Gunung Merapi, jelas Mbah Rono, memiliki karakterisitik magma yang lebih kental dan perlu tenga yang besar untuk membuat Gunung yang berada di DIY dan perbatasan Jawa Tengah itu meletus.

Karena magma yang kental, maka gas yang terkumpul menjadi banyak, hal itu pulalah yang menyebabkan letusan Gunung Merapi seperti ledakan.

Sedangkan karakteristik magma di Gunung Raung cenderung encer dan hal itu membuatnya tertekan dan naik ke atas.

Sejak meletus pada awal juli kemarin, energi yang ada di Gunung Raung sudah mengecil.

"Raung memang pernah meletus dengan kekuatan yang besar, lingkaran kawah 2,2 kilometer dan dalamnya 500 meter, tapi itu berapa ratus atau ribu tahun yang lalu," ujarnya.

Sedangkan karakteristik letusan di Gunung Raung saat ini adalah material pijar yang keluar dan jatuh ke bawah. Hal itu berbeda dengan ledakan yang disebabkan oleh Gunung Merapi.

Ledakan Gunung Merapi, dijelaskan Mbah Rono seperti balon yang ditiup gas hingga melutus, sedangkan gunung Raung adalah balon yang diisi air.

"Letusan Gunung Merapi yang besar mengakibatkan Gunung Merapi tidak begitu tinggi, karena puncaknya terus dihajar letusan," terangnya.

Sedangkan Gunung Raung dibangun oleh letusan-letusan kecil yang memuat material sehingga lama-lama menjadi tinggi. (Tribunjogja.com)

Penulis: Santo Ari
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved