Teliti Surat-surat Nabi Muhammad Ubaidillah Raih Gelar Doktor

Nabi Muhammad SAW merupakan penutur bahasa yang terfasih

Penulis: baskoro | Editor: baskoro

         YOGYA, TRIBUN - Jika melihat kehidupan berbahasa masyarakat Arab pada masa permulaan Islam, yang paling baik tuturannya adalah Suku Quraisy dan Suku Bani Sa’ad. Suku Quraisy adalah Bangsa Arab yang paling fasih dalam melafalkan bahasa Arab dan mudah dipahami. Sementara Suku Bani Sa’ad, memiliki kemampuan bahasa Arab yang masih murni, belum bercampur dengan bahasa asing. Nabi Muhammad SAW, memiliki kempampuan keduanya, karena Rosul terlahir sebagai Suku Quraisy dan dibesarkan di lingkungan Bani Sa’ad.
         Al-Jahiz, seorang linguis Arab, mendiskripsikan Nabi Muhammad SAW dari sisi kebahasaannya sebagai seorang yang memiliki tuturan yang sedikit jumlah hurufnya, tetapi sarat makna. Tidak dimuat-buat dan dipaksakan. Menggunakan bentuk panjang lebar pada tempatnya dan bentuk yang singkat pada tempatnya pula. Kefasihan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW berasal dari Allah SWT.
         Melihat latar belakang pemahaman tentang kepiawaian berbahasa Nabi Muhammad SAW, mendorong Ubaidillah (35 tahun) melakukan penelitiaan tuturan Sang Nabi. Dosen Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga ini melakukan penelitian terhadap tuturan Rosul SAW yang berupa tulisan surat-surat-nya kepada para raja di wilayah Jasirah Arab.
         Hasil penelitian Ubaidillah berjudul “Surat-Surat Nabi Muhammad SAW Kepada Para Raja (Analisis Wacana Model Van Dijk) dipresentasikan untuk meraih gelar Doktor bidang Ilmu Agama Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.
Di hadapan tim penguji Dr. Zamzam Afandi, M. Ag., Prof. Dr. H. Bermawy Monthe, MA., Dr. Hisyam Zaini, MA., Prof. Dr. Syamsul Hadi, SU., MA., Prof. Dr. H. Syihabuddin Qalyuby, Lc., M. Ag., (promotor merangkap penguji), Dr. H. Mardjoko Idris, M. Ag., (promotor merangkap penguji), putra kelahiran Metro ini memaparkan, ia telah melakukan penelitian dengan kajian intralingual yang difokuskan dan juga analisis wacana ekstralingual. Analisis wacana dilakukan pada 5 aspek yaitu konteks, teks, makna, bentuk, dan tindakan.
          Menurut promovendus, jika dilihat dengan ilmu hadis riwayah, redaksi surat-surat Nabi Muhammad SAW kepada para raja ini dianggap telah memenuhi kriteria data sejarah, karena setiap redaksi surat memiliki periwayat. Dari hasil analisis makna disimpulkan bahwa, makna surat adalah mengenalkan dan meluruskan kembali agama Tauhid dan tetap mengakomodir konsep-konsep ajaran sebelumnya. "Dari bentuk bahasa yang digunakan setiap surat, Nabi Muhammad SAW tetap memperhatikan makna yang dihasilkan dari bentuk bahasa yang digunakan, sehingga lebih memunculkan daya persuasif," katanya.
         Dari tindak tutur yang digunakan Nabi Muhammad SAW disimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan penutur bahasa yang terfasih. Oleh tim penguji, Ubaidillah dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan” dan dirinya merupakan doktor ke 472 yang telah berhasil diluluskan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.
          Sebagai salah satu promotor, Syihabuddin Qalyudi berharap, gelar Doktor yang diraih Ubaidillah, membuat dirinya semakin kuat rasa penghambaan diri kepada Allah SWT, melalui pengembangan keilmuannya yang tidak kenal lelah dan terus menularkan kepada sesama agar bermanfaat bagi umat. (bm)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved