Wow, Masjid dan Gereja di Solo Ini Saling Berdampingan
Letak Masjid Al Hikmah dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan saling bersebelahan dan hanya dipisahkan tembok batu bata.
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Kerukunan umat beragama dan toleransi antar umat sangat kental terasa di Kelurahan Keratonan, Kecamatan Serengan, Solo.
Kerukunan ini terlihat karena letak Masjid Al Hikmah dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan saling bersebelahan dan hanya dipisahkan tembok batu bata.
"Bahkan alamat masjid dan gereja sama yakni Jalan Gatot Subroto nomor 222," ujar Takmir Masjid Al Hikmah, Haji Muhammad Nashir Abu Bakar (52), Selasa (21/7/2015).
Nashir menuturkan kerukunan dan toleransi antar umat muslim dan umat nasrani ini sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu.
Hal ini lantaran Masjid Al Hikmah didirikan sejak tahun 1947, sedangkan GKJ Joyodiningratan didirikan 10 tahun sebelum masjid dibangun atau sejak tahun 1937.
Toleransi pun terjadi mulai dari kehidupan bermasyarakat hingga beribadah, sehingga peribadahan dua umat beragama ini dapat berjalan lancar.
"Dulu pernah Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, kemudian pihak gereja langsung telepon kami dan menanyakan apakah benar Idul Fitri jatuh hari minggu. Kemudian pihak gereja memundurkan jadwal ibadah paginya menjadi siang supaya kami leluasa menjalankan Salat Idul Fitri," sambung Nashir.
Hal yang sama juga dituturkan oleh Pendeta GKJ Joyodiningratan, Nunung Istining Hyang yang menuturkan saat ada acara peribadahan seperti Natal atau Paskah, biasanya pihak masjid memperbolehkan halaman depan masjid untuk tempat parkir.
"Kami saling memberi kesempatan untuk berkegiatan sehingga peribadahan dapat berjalan lancar. Apabila ada pihak yang mengganggu kerukunan dan toleransi maka kami bersama-sama mengatasinya," papar Nunung.
Indahnya hidup saling berdampingan dan bertoleransi di tengah-tengah perbedaan. (Tribunjateng.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gereja-dan-masjid_20150721_204057.jpg)