Din Syamsuddin Dukung Jimly Jadi Pimpinan KPK

Ketua MUI Din Syamsuddin mendukung Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Din Syamsuddin Dukung Jimly Jadi Pimpinan KPK
Jimly Asshiddiqie

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Ketua MUI Din Syamsuddin mendukung Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jimly lolos seleksi tahap kedua yang diputuskan Pansel KPK.

"Kalau tidak meloloskan dengan kapasitas seperti ini (Jimly) maka cocok dinyanyikan lagu Rhoma Irama, Terlalu," kata Din disela-sela open house di rumah Jimly, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2015).

Din menilai Jimly memiliki pengalaman, integritas moral, kapasitas intelektual yang luar biasa. Awalnya, Ketua MUI itu sanksi saat Jimly mendaftarkan diri kepada Pansel KPK.

"Ini serius enggak, begitu untuk menyalonkan diri. Saya pribadi sebagai sahabat dekatnya sangat mengapresiasi ada kesediaan. Sudah saatnya KPK, kita perkuat dengan figur-figur yang berintegritas dan berpengalaman di bidang hukum," tuturnya.

Ia pun berharap Jimly tidak mendapatkan hambatan dan halangan untuk maju sebagai pimpinan KPK. Jimly sendiri enggan berkomentar banyak mengenai proses pencalonan dirinya.

"Masih lama, kita fokus persiapan pilkada langsung dulu," kata Jimly yang menjabat sebagai Ketua DKPP.

Sebelumnya, Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan pihaknya baru saja meloloskan sebanyak 48 nama calon pimpinan KPK.

Salah satu nama yang lolos adalah Jimly Asshiddiqie.

"Telah diputuskan yang lolos seleksi tahap dua dan juga calon pimpinan KPK adalah sebanyk 48 orang," ujar Ketua Pansel KPK Destry Damayanti di kantor Setneg, Jakarta, Selasa (14/7/2015).

Destry mengatakan mereka yang lolos telah melalui serangkaian tes tahap kedua yaitu pembuatan makalah tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi serta makalah tentang permasalahan korupsi di Indonesia.

Proses penilaian makalah ini melibatkan 15 penilai independen yang telah berlangsung pada tanggal 9 dan 10 Juli 2015.

Para penilai ini berasal dari kalangan akademisi, praktisi dan penggiat antikorupsi. (Tribunnews.com/Ferdinand Waskita)

Tags
KPK
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved