Ayah Gubernur Sumut Doakan Anaknya Agar Tidak Terlibat Kasus Suap

Tjokro Wardojo yang berusia 89 tahun itu mengaku sejauh ini belum mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh putranya.

Ayah Gubernur Sumut Doakan Anaknya Agar Tidak Terlibat Kasus Suap
tribunjogja/agung ismiyanto
DJ Tjokro Wardoyo, ayah Gatot Pujo, Gubernur Sumut yang saat ini diperiksa KPK terkait kasus suap pada hakim PTUN Medan, sedang menunjukkan foto Gatot saat wisuda. Kini, ayah Gatot tinggal di rumah sederhana di Jalan Jambu I, nomor 153, Perumnas Kalinegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Seorang pria berusia lanjut usia nampak ramah menyambut kedatangan Tribun Jogja di rumah sederhana bercat hijau daun yang terletak di Jalan Jambu I nomor 153, Perumahan Nasional Kalinegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Selasa (14/7/2015) siang.

Pria tersebut adalah DJ Tjokro Wardojo, ayah dari Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Sumut, yang saat ini telah diperiksa KPK dalam kasus suap yang melibatkan PTUN Medan dan kantor pengacara terkenal milik OC Kaligis.

Tjokro Wardojo yang berusia 89 tahun itu mengaku sejauh ini belum mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh putranya.

Terakhir kali, dia mendapat telepon dari anak keduanya itu sekitar dua pekan lalu. Kala itu, dia hanya mendapat kabar kalau putranya dalam keadaan sehat dan baik.

“Saya juga sempat ditanyai puasa apa tidak?. Bapak sehat saja khan?. Dia tidak cerita macam-macam kalau ada masalah dan semacamnya,” tutur Tjokro menirukan perbincangan dengan Gatot melalui sambungan telepon itu.

Menurut Tjokro, beberapa tahun lalu, saat Gatot masih menjabat sebagai Plt Gubernur Sumut, dia sempat mendengar kabar dari putranya itu jika Gatot kerap dicurigai.

Kendati demikian, Tjokro selalu memberi nasehat pada putranya itu untuk menjadi orang jujur, dan tetap berhati-hati dalam setiap lika liku kehidupan.

Dia juga tak lupa selalu menanamkan falsafah kehidupan sebagai orang Jawa kepada Gatot dan putra-putranya yang lain.

“Saya selalu bilang ke Gatot kalau jadi pejabat apalagi di puncak kekuasaan itu ibarat ancik-ancik pucuking ri (berdiri di atas pucuk duri), kapanpun angin bisa menggoyang dan kalau tidak kuat bisa jatuh. Terus juga Eling lan waspodo, sak bejo-bejone wong lali, isih bejo sing eling lan waspodo (termasuk juga ingat dan waspada. Barang siapa beruntung karena lupa, akan jauh lebih beruntung orang yang ingat dan waspada,” kata veteran Purnawirawan TNI AD yang bekerja di Rindam itu.

Halaman
12
Tags
suap
KPK
Penulis: ais
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved