Sultan Minta Tebing Rawan Pantai Selatan Didata Ulang
Sri Sultan Hamengku Buwono X, meminta agar ada tindaklanjut peristiwa meninggalnya sejumlah orang yang tertimbun batu karang di Pantai Sadranan.
Penulis: had | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, meminta agar ada tindaklanjut peristiwa meninggalnya sejumlah orang yang tertimbun batu karang di Pantai Sadranan, Gunungkidul beberapa waktu lalu.
Tindak lanjut tersebut, adalah dengan melakukan pendataan ulang dan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi longsor. Pendataan bisa melibatkan perguruan tinggi yang memiliki tenaga ahli di bidangnya.
"Memang mestinya daerah-daerah itu minta bantuan akademisi. Saya mohon juga melakukan kerja sama (dengan perguruan tinggi)," katanya saat ditemui di Kepatihan, Senin (22/6/2015).
Pendataan tersebut dipergunakan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Sultan mengatakan, jika tebing-tebing tersebut memang terdata, maka bisa menentukan tindakan, apakah harus dipotong ataukah ada langkah lainnya demi keamanan.
"Dalam arti apakah harus dipotong lebih dahulu, ataukah dikasih tanggul permanen agar tak menimbulkan masalah. Itu harus diidentifikasi," katanya.
Berita antisipasi bencana tebing longsor lebih lengkap bisa disimak di halaman 13 koran Tribun Jogja edisi Selasa (23/6/2015). (Tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tebing-sadranan2_20150617_161857.jpg)