darurat
Pedagang Pasar Srago Klaten Bersiap Pindahan
Para pedagang di Pasar Srago, Kelurahan Mojayan, Klaten Tengah mulai ancang-ancang berpindah ke pasar darurat, lantaran pasar akan di renovasi.
Penulis: pdg | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja Padhang Pranoto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Para pedagang di Pasar Srago, Kelurahan Mojayan, Klaten Tengah mulai ancang-ancang berpindah ke pasar darurat, lantaran lokasi tempat berdagang itu akan direnovasi.
Perpindahan pedagang, direncanakan efektif pada H +7 sesudah lebaran tahun ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pedagang Sani (45), ia mengaku sudah mendapatkan arahan dari dinas, Lurah Pasar dan Kelurahan Mojayan.
"Iya nanti akan pindah, tapi kami bersepakat mau pindahnya setelah lebaran," ujarnya, Minggu (21/6/2015).
Ia menguraikan, kesepahaman tersebut dicapai pada pertemuan yang diselenggarakan pada pertengahan minggu lalu.
Selain itu, ia berujar moment ramadan dan Idul Fitri, dimanfaatkan pedagang untuk meraup untung dengan tetap menggelar dagangan. Selain itu, jika waktu perpindahan pada Ramadan, dirasa terlalu berat.
"Masak pindahnya pas bulan puasa berat lah kita. Kita maunya dipindah setelah lebaran, kalau tidak ya kita tetap mbegegek (mogok) tidak mau pindah kesana (pasar darurat)," ujarnya.
Hal tersebut juga diungkapkan Lurah Pasar Srago, Agus. Menurutnya kesepakatan soal waktu perpindahan, telah tercapai.
"Pada waktunya nanti kira-kira seminggu setelah lebaran, semua pedagang sudah mau pindah ke pasar darurat," urainya.
Menurutnya, jumlah pedagang di Pasar Srago mencapai 497 orang. Jumlah sebanyak itu, akan dipindahkan menuju tanah milik Kelurahan Mojayan seluas lebih kurang lapangan sepakbola.
Adapun, saat ini pekerja tenggah menyelesaikan pembangunan pasar darurat, yang diperkirakan rampung pada akhir Juni.
Agus menjelaskan, perpindahan pasar disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya umur bangunan dan kenyamanan.
Dari sisi konstruksi, Lurah Pasar Srago menyatakan kali terakhir konstruksi diperbaiki pada tahun 1997 silam. Selain itu, jika musim hujan tiba pasar tersebut bisa dipastikan terendam air.
"Konstruksi bangunan pasar berada 30 cm sampai 40 cm, di bawah jalanan, karena itulah setiap hujan tiba, air selalu menggenang," terang Agus.
Ia menambahkan, setelah berpindah ke pasar darurat pihaknya bersama paguyuban pasar akan berusaha menentukan tempat untuk pedagang.
Sedangkan para pedagang akan diperkirakan berada pada pasar darurat, hingga Desember 2015.
"Diperkirakan pembangunan pasar sudah rampung pada bulan Desember tanggal 15," tutup Agus. (Tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pasar-darurat_20150621_184118.jpg)