Sidang Kasus Tato 'Hello Kitty' Turut Dipantau Komisi Yudisial

Persidangan kali ini juga mendapat pantauan langsung dari Komisi Yudisial (KY).

Sidang Kasus Tato 'Hello Kitty' Turut Dipantau Komisi Yudisial
Tribun Jogja/ Anas Apriyadi
Saksi sedang memberikan pernyataan dalam sidang kasus gara-gara tato Hello Kitty, di Pengadilan Negeri Bantul, Senin (25/5/2015) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sidang kasus penganiayaan gara-gara tato Hello Kitty terhadap empat tersangka dewasa, kembali digelar, Senin (1/6/2015) di Pengadilan Negeri Bantul.

Sidang terhadap empat tersangka yaitu Maylisa Ayu Pertiwi, Muhammad Syahrizal, Rr Putri Wahyuning Dewi, dan Wulan Rizky kali ini memiliki agenda lanjutan pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum.

Humas PN Bantul, Supandriyo, menjelaskan dalam persidangan kali ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap lima saksi, termasuk saksi yang pada sidang sebelumnya, Senin (25/5/2015) berhalangan hadir. Saksi korban, LA (16) nampak juga menghadiri persidangan untuk memberikan kesaksian.

"Saksi korban diperiksa hari ini karena pada persidangan sebelumnya tidak bisa datang karena sedang ujian sekolah, hari ini pun masih ujian jadi ditunggu juga," terangnya.

Persidangan kali ini juga mendapat pantauan langsung dari Komisi Yudisial (KY). Menurut Penghubung KY wilayah Jawa Tengah, Bahrul Fawaid, pantauan KY disebabkan kasus Hello Kitty yang menjadi perhatian publik hingga ke level nasional.

"Indikasi pelanggaran sebenarnya tidak ada, hanya, kami mengawasi karena kasus yang diawasi publik biasanya ada tekanan pada proses peradilan dari pihak tertentu," jelasnya.

Bahrul menambahkan, pantauan KY terhadap kasus ini sebenarnya telah dijadwalkan semenjak proses pengadilan kepada dua pelaku yang berstatus anak yaitu NK dan RS, namun baru bisa dilakukan pada persidangan empat pelaku dewasa karena keterbatasan personil dan berbarengan dengan jadwal pantauan persidangan kasus lain di Jawa Tengah. (*)

Penulis: apr
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved