Ida Dituding Bonceng Acara Pemerintah untuk Tingkatkan Citra
Oleh sejumlah kalangan, Ida, sapaan akrabnya dianggap membonceng acara pemerintah untuk meningkatkan citra diri demi kepentingan Pilkada
Penulis: say | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Siti Ariyanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menjelang akhir massa jabatannya, Bupati Bantul, Sri Surya Widati yang dikabarkan akan maju lagi pada gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang rutin mengunjungi berbagai kegiatan ke tengah masyarakat.
Oleh sejumlah kalangan, Ida, sapaan akrabnya dianggap membonceng acara pemerintah untuk meningkatkan citra diri demi kepentingan Pilkada.
Anggota Masyarakat Transparansi Bantul, Irwan Suryono menuturkan, dirinya juga telah mendengar kabar mengenai dukungan terhadap Ida di sejumlah acara pemerintahan.
Istri Idham Samawi ini juga dianggap memanfaatkan event nasional seperti peringatan Hari Kartini untuk melakukan pendekatan pada masyarakat.
"Saya sudah mendengar soal unsur mobilisasi untuk mendukung dia (Bupati incumbent, red). Bahkan yang mau ngomong siapa sudah diarahkan. Memang bukan yang bersangkutan yang ngomong langsung," ujar Irwan, Jumat (22/5/2015).
Saat ini, Irwan memang belum dapat menyebut Ida telah melakukan pelanggaran kampanye karena belum ada pendaftaran calon secara resmi.
Namun karena saat ini Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) sudah terbentuk, maka seharusnya lembaga tersebut mulai melakukan pengawasan meskipun belum dimulai masa kampanye.
Bila memang benar ada maksud mobilisasi terselubung di acara pemerintahan, maka Irwan menganggap itu tidak fair karena mendompleng Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk keperluan lain.
Selain Panwaslu, sebenarnya Inspektorat juga dapat mengawasi bila berkaitan dengan APBD.
"Yang tidak benar kalau memanfaatkan APBD," tegas Irwan.
Saat dikonfirmasi soal ini, Ida menampik jika telah memanfaatkan APBD untuk melakukan pencitraan demi Pilkada. Semua kegiatan yang ia lakukan merupakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang sudah diagendakan sebelumnya.
"Ya tidaklah, itu memang program pemerintah. Dilaksanakan sebelum saya selesai," tegas Ida. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sri-surya-widati_2003.jpg)