Diskusi Musikologi di Indonesia dan Peluangnya Saat Ini

‘Musik Tradisi Baru’ merupakan satu contoh wadah bagi musik-musik hasil persilangan budaya ini

Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan
Dok
Diskusi bertajuk ‘Musikologi di Indonesia dan Peluangnya Saat Ini’. Diskusi digelar di Tembi Rumah Budaya, Jalan Parangtritis km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Persilangan budaya dalam musik telah menghasilkan genre bebas dengan nama populer world music. Mungkin bagi awam, musik ini dikenal menghasilkan karya gabungan antara musik tradisi dan kontemporer, atau musik kontemporer bernuansa etnik.

Program unggulan Forum Musik Tembi selama lima tahun terakhir, ‘Musik Tradisi Baru’ merupakan satu contoh wadah bagi musik-musik hasil persilangan budaya ini.

Berpijak pada fenomena budaya ini, pada Senin, (28/4/2015) lalu diadakan diskusi bertajuk ‘Musikologi di Indonesia dan Peluangnya Saat Ini’.

Diskusi yang digelar di Tembi Rumah Budaya, Jalan Parangtritis km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul ini menghadirkan Erie Setiawan, seorang penulis dan musikolog lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Sekitar 40 peserta, kebanyakan dari kalangan mahasiswa seni menghadiri acara yang berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama pembacaan artikel karya Erie Setyawan berjudul ‘Musikologi di Indonesia dan Peluangnya Saat Ini’.

Sesi kedua merupakan pemutaran video yang dibuat Erie Setyawan, dan telah dipaparkan pada simposium musik di Singapura bertajuk 'Intercultural Transfer in Music 2015: West Meets East, di Raffles Institution Singapura pada 4 April lalu.

Simposium tersebut membahas tentang persilangan budaya dalam musik.

Usai pemaparan materi, acara dilanjutkan pada sesi ketiga berupa tanya jawab. Tanya jawab berlangsung cukup hangat, beberapa peserta mengajukan pertanyaan yang cukup berbobot sebagai pemanas diskusi.

Beberapa menanyakan tentang profesi sebagai musikolog, ada pula yang membahas tentang kurikulum pendidikan musik.

Pada akhir acara, Erie mengungkapkan tema tentang peluang musikologi perlu dibahas, karena memang musikologi di Indonesia penting untuk dikembangkan dan banyak peluang di bidang ini.

“Ada bidang-bidang yang ilmu dan aktivitas praktisnya paralel, tapi dalam musik tidak. Tapi ada sekolah-sekolah dan kampus yang menawarkan studi musikologi, saya ingin meneliti itu,” paparnya.

Acara ini merupakan pre-event kedua dari rangkaian acara Festival Musik Tembi 2015 yang akan dipuncaki pada 21-23 Mei 2015 mendatang.

Sebelumnya foMbi telah melaksanakan pre-event berupa pertunjukan bertajuk ‘Satu dalam Musik’ bersama Komunitas Sadhar Jazz yang terlaksana si Kampus Sadhar Paingan, 18 April lalu. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
Musikologi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved