Jathilan Hibur Masyarakat di Kompleks Puro Pakualaman

Dua kesenian tradisional Jawa beraksi di gelaran Atraksi Kesenian Tradisi Puro Pakualaman, Minggu (19/4/2015.

Penulis: akb | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Jihad Akbar
Kesenian Jathilan yang ditampilkan di Lapangan Sewondanan, Puro Pakualaman, Minggu (19/4/2015) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bagus, demikian kesan Fiki Ariyanto (29), saat menyaksikan gelaran Atraksi Kesenian Puro Pakualaman di Sewondanan Puro Pakualaman Yogya, Minggu (19/4/2015).

"Saya sering nonton, tapi biasanya saya nonton di kampung-kampung," ungkap Fiki.

Ia yang datang bersama istri dan anaknya berharap dapat memperkenalkan seni tradisional sejak dini kepada anaknya.

Dua kesenian tradisional Jawa beraksi di gelaran Atraksi Kesenian Tradisi Puro Pakualaman, Minggu (19/4/2015). Dua penampilan itu berasal dari Kabupaten Bantul dan Kulonprogo.

"Hari ini ada dua penampilan, yang pertama Jathilan dari Bantul klasik dan kreasi yang kedua kesenian Jaranan dari Sidodadi Tengok, Nanggulan, Kulonprogo," kata RM Donny S Megananda SSi MM, koordinator Atraksi Kesenian Tradisi Puro Pakualaman.

Latar belakang acara sendiri, Donny menjelaskan, atas dasar palilah atau dalem dawuh dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (KGPA) Aryo Pakualaman IX, untuk membuat acara keramaian di Sewondanan Pakualaman. Sedangkan untuk penyelenggaranya adalah Dinas Pariwisata DIY. Jadi, tambah Donny, dinas pariwisata bekerjasama dengan Kadipaten Pakualaman menggelar acara tersebut.

Acara yang rutin digelar setiap dua minggu sekali ini menampilkan berbagai kesenian tradisional. "Ada seni tradisi dari lima kabupaten dan kota se-DIY pada acara ini," terang Donny.

Seni tradisi lapangan seperti Jathilan, Reog, Angguk, Badui, Incling, dan kesenian lainnya menjadi prioritas utama dalam gelaran acara tersebut.

Tujuan gelaran acara adalah memberikan kesempatan bagi para pegiat kesenian dari seluruh pelosok Yogya untuk beraksi.

"Jadi kesenian yang sebelumnya hanya kita saksikan di desa atau hanya pada saat kesempatan merti desa, ini bisa kita tampilkan di tengah kota," ujar Donny.

Selain itu, acara gelaran atraksi juga bertujuan untuk membuat titik keramaian baru di Yogya. Diharapkan dengan digelarnya acara, membuat ketertarikan wisatawan lokal maupun mancanegara terhadap seni tradisional yang sudah jarang ditampilkan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
Jathilan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved