Penumpang Sepi, Pengemudi Angkutan Umum Enggan Naikkan Tarif
Penyebabnya adalah pengemudi khawatir penumpang akan semakin berkurang.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meskipun beberapa waktu lalu harga BBM sempat mengalami kenaikan, tetapi sejumlah pengemudi angkutan umum di Yogyakarta enggan menaikkan tarif angkutan umum. Penyebabnya adalah pengemudi khawatir penumpang akan semakin berkurang.
Rukiyat (32) seorang pengemudi angkutan umum jurusan Yogyakarta-Parangtritis menyatakan, saat ini tarif yang ditetapkan adalah Rp15.000 dari Yogyakarta hingga Parangtritis.
"Harga tersebut sudah sekalian dengan tiket masuk ke area pantai. Jika penumpang dari Parangtritis ke Jogja, tarifnya Rp10.000. Sebenarnya dengan tarif segitu pendapatan kami sangat mepet setelah BBM naik, terlebih saat ini penumpang sepi," ujar Rukiyat saat ditemui di Terminal Giwangan, Rabu (15/4/2015).
Saat ini dalam sekali perjalanan pergi pulang (PP) dia harus mengalokasikan uang sebesar Rp70.000 untuk pembelian solar. Dan dalam sehari, saat ini dia hanya "narik" dua kali PP karena sepinya penumpang dan banyaknya armada bus di jalur tersebut.
Rukiyat mengatakan, akibat sepinya penumpang dan harga BBM yang semakin mahal, dalam sehari-hari dia hanya mendapatkan pemasukan bersih sekitar Rp70.000.
"Itupun yang Rp.50.000 untuk uang setoran ke pemilikk bus, dan sisanya baru bisa saya kantongi untuk dibawa pulang," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bus-kopata-yogyakarata_20150415_141240.jpg)