Berburu Barang Antik di Pasar Beringharjo
Lapak-lapak yang menjual barang antik ini memang letaknya agak tersembunyi karena berada di sepanjang jalan kecil di sisi utara pasar.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri Kurniawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jika ditanya tempat belanja cindera mata khas Yogya, jawabnya pasti Malioboro.
Di sini segala macam cindera mata tersedia, dari baju, batik, makanan sampai suvenir sederhana.
Di ujung selatan Malioboro juga berdiri sebuah pasar yang menyediakan hampir segala macam kebutuhan. Mulai bumbu dapur sampai peralatan rumah tangga.
Pasar yang terletak di jantung kota ini berdiri sejak tahun 1925, hampir selalu ramai oleh pengunjung untuk berbelanja atau sekedar berwisata.
Ada yang menarik perhatian ketika berkunjung ke Pasar Beringharjo. Uang-uang kuno, porselen dari cina, patung arca dewa-dewa, dan barang-barang kuno berumur ratusan tahun sengaja ditata rapi berderetan di beberapa lapak.
Tentunya mereka bukan barang pajangan saja. Barang-barang antik nan tua ini memang untuk dijual.
[berita popular] Janda Cantik Dibunuh Pelanggan sebab Tutup Hidung Saat Berhubungan Badan
Lapak-lapak yang menjual barang antik ini memang letaknya agak tersembunyi karena berada di sepanjang jalan kecil di sisi utara pasar.
Tampak beberapa penjual barang antik ini sibuk menawarkan barang dagangannya kepada para pengunjung pasar.
Salah satu pedagang barang-barang antik tersebut adalah Yuyun Marlina (35), wanita asli Yogya ini mengaku hampir lebih dua puluh tahun berjualan barang-barang antik di Pasar Beringharjo.
Sejak tahun 1995, ibunya berjualan barang-barang antik di Pasar Beringharjo. Sekarang, tinggal Yuyun dan kakaknya yang meneruskan usaha tersebut.
Koin-koin Gulden bergambar Ratu Wihelmina dari Belanda sampai koin rupiah zaman dulu di sini tersedia.
Uang kertas keluaran lama pun ada. Patung arca dewa kuno yang terbuat dari kuningan dan berumur puluhan tahun juga dijualnya, termasuk patung-patung kecil.
Ada juga porselin yang berasal dari Cina yang berumur ratusan tahun, ceret kuningan, seterika uap kuningan, sampai hiasan lampu gantung khas Yogya masa lampau.
Barang-barang antik itu didapat dengan membeli dari kolektor-kolektor ataupun masyarakat yang masih menyimpan barang-barang tersebut.
Ada juga yang langsung datang ke toko Yuyun untuk menawarkan barang-barang antik untuk dibelinya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/koin-kuno-barang-antik-dijual-di-beringharjo_20150414_191926.jpg)