Tersangka Kasus Gadis 'Hello Kitty' Ikuti UN di Lapas Wirogunan

Mereka adalah para remaja yang terjerat kasus hukum.

Tersangka Kasus Gadis 'Hello Kitty' Ikuti UN di Lapas Wirogunan
ist
Tato Hello Kity yang menjadi penyebab awal penganiayaan keji terhadap LA 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Enam pelajar SMA/SMK di DIY terpaksa harus menjalani ujian nasional (UN) di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Mereka adalah para remaja yang terjerat kasus hukum.

Dua di antaranya yang menjalini UN di Lapas Klas IIA Wirogunan inisial WR dan MAT. Keduanya adalah pelaku penganiayaan menghebohkan di Bantul yang dikenal dengan kasus gadis Hello Kity.

Kedua tersangka penganiayaan berat itu kini statusnya tahanan titipan karena masih menjalani proses persidangan. Selain mereka, di Lapas Wirogunan ada warga binaan kasus pidana lain namun telah bebas bersyarat dan tinggal menunggu jadwal keluar.

Kalapas Klas IIA Wirogunan Zaenal Arifin mengatakan, meski mengerjakan soal ujian dari dalam Lapas, WR dan MAT diwajibkan memakai seragam sekolah agar sama seperti pelajar yang ikut ujian di sekolah. Mata pelajaran ujiannya juga sama, yaitu Bahasa Indonesia.

"Mereka pakai seragam putih abu-abu SMK mereka. Tapi ujiannya pakai kertas bukan komputer. Dua lainnya yang statusnya bebas bersyarat beberapa bulan lalu, mereka ikut Paket C," jelasnya, Senin (13/4/2015).

Zaenal mengungkapkan, sebelum mengikuti UN, pihak Lapas Wirogunan memberi kesempatan kepada empat pelajar itu untuk belajar dan mengikuti try out agar mereka tetap dapat mengejar hasil yang memuaskan.

"Di dalam Lapas juga ada perpustakaan. Keluarga mereka saat menjenguk juga membawakan buku-buku pelajaran untuk belajar," ujarnya. (*)

Penulis: vim
Editor: hdy
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved