Di Tempat Ini, Buaya Berenang Bebas di Tengah Pemukiman Penduduk

Predator itu tinggal di 'Kolam' Buaya Paga, buaya berenang seperti biasa diantara anak-anak yang berada di sana, termasuk ibu-ibu yang mencuci di tepi

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Muhammad Fatoni
Amusingplanet

TRIBUNJOGJA.COM - Kita mengenal buaya adalah hewan yang agresif dan berbahaya apalagi jika diganggu. Tapi ada yang berbeda dengan buaya di Kota Paga, Ghana Utara.

Dibahas di Amusingplanet, kota itu terletak di perbatasan Burkina Faso yang jadi satu diantara 'rumah' bagi predator yang 'jinak' dengan penduduk setempat.

Predator itu tinggal di 'Kolam' Buaya Paga, buaya berenang seperti biasa diantara anak-anak yang berada di sana, termasuk ibu-ibu yang mencuci di tepian.

Tak ada cerita penduduk dirugikan karena diserang oleh seekor buaya yang ada disana atau sebaliknya. Penduduk juga menghormati predator jaman purbakala itu.

buaya

Buaya dihormati oleh penduduk desa yang percaya jiwa setiap penduduk asli desa sana ada di hewan-hewan ini, keduanya saling terkait satu dengan yang lain.

Mereka mengklaim, jika ada seseorang yang dianggap penting di desa meninggal, akan disusul dengan matinya buaya 'suci' disana.

Menurut cerita rakyat setempat, ada kisah lama antara pemburu yang terjebak ketika di kejar gerombolan singa.

buaya

Cerita hampir sama dengan cerita rakyat di Indonesia antara kancil dan buaya, sang pemburu tawar menawar dengan buaya di kolam.

Buaya tak akan jadi hewan buruan pemburu jika dia membantunya lolos dari kejaran Singa, buaya diminta membantu menyeberang.

Sang predator pun sepakat, membantu pemburu untuk menyeberangi kolam. Pemburu membangun rumah di sana dan mendirikan sebuah desa.

Cerita alternatif menceritakan tentang seseorang bernama Nave, yang meninggalkan rumahnya di Leo di Burkina Faso, dan datang berkelana ke negara itu.

Dia tersesat dan ketika mencari air bertemu buaya yang bisa menunjukan lubang air. Saat itulah ia memutuskan menetap dan mendirikan Paga. Karena itu ia memutuskan tidak ada keturunannya harus berburu buaya.

Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana buaya berakhir di Paga. Kolam benar-benar terkurung daratan dan beberapa binatang tertua di air tua dilaporkan lebih dari 80 tahun. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved