Bocah Disiksa Hanya Gara-Gara Tak Tahu Kisah Pinokio

Beberapa diantaranya penyiksaan itu dilakukan hanya karena alasan yang sangat sepele

Editor: Mona Kriesdinar
People Daily via Daily Mail
BOCAH MALANG - Luka-luka akibat penyiksaan yang dilakukan oleh ibu angkatnya. 

TRIBUNJOGJA.COM, NANJING - Hanya gara-gara tak tahu cerita tentang Pinokio, seorang bocah berusia 9 tahun harus menerima siksaan kejam dari ibu angkatnya. Bocah asal Nanjing, Tiongkok ini mengalami cidera serius di sekujur tubuhnya, akibat dicambuk dengan menggunakan tali yang biasa digunakan untuk skipping.

Sebagaimana dilansir People Daily yang dikutip dailymail Selasa (7/4/2015), kejadian ini sontak menjadi perhatian di Tiongkok.

Terutama setelah foto-foto bocah korban kekerasan itu tersebar melalui jaringan internet.

Gelombang kemarahan pun muncul mengutuk apa yang dilakukan pelaku.

Polisi pun bertindak cepat hingga akhirnya si ibu angkat yang bernama Li ini berhasil ditangkap polisi dengan tuduhan tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Adapun, bocah malang ini mulai diadopsi sejak berusia enam tahun. Ia 'diberikan' oleh orangtua kandungnya dengan tujuan supaya si anak memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan apa yang mungkin ia dapatkan di desa.

Miris, bukan perlindungan dan kasih sayang yang diterima, melainkan siksaan demi siksaan yang membekas di tubuhnya.


BOCAH MALANG - Luka-luka akibat penyiksaan yang dilakukan oleh ibu angkatnya (People Daily via Daily Mail)

Semisal di bagian punggung dengan garis-garis luka bekas cambukan, di bagian pergelangan tangan bekas hantaman benda tumpul, hingga bagian kakinya yang bengkak.

Drama penyiksaan itu akhirnya terbongkar sekitar enam bulan lalu oleh teman-teman di sekolahnya. Namun saat itu, guru di sekolah tersebut tidak menganggapnya sebagai hal yang serius.

Barulah pihak sekolah mulai menyelidiki kasus tersebut setelah luka-luka di tubuh bocah itu kian bertambah. Dia juga kerap kali takut jika berhadapan dengan orang lain.

Dari hasil wawancara, bocah itu mengaku jika ibu angkatnya yang telah menyiksanya.

Bahkan penyiksaan itu salah satunya dipicu oleh alasan yang sepele.

Bocah ini mengatakan, ibu angkatnya memberikan pukulan ketika ia tak mampu menjawab pertanyaan ibu angkatnya terkait kisah pinokio.

Setelah itu, pihak sekolah kemudian menghubungi ibu angkatnya.

Pada saat itu, Li mengaku bahwa dirinya hanya memberikan pelajaran untuk mengubah kebiasaan buruk anak angkatnya.

Tak percaya dengan pengakuannya, pihak sekolah pun lantas melaporkan kejadian itu kepada Biro Keamanan Masyarakat.

Otoritas setempat memastikan bahwa pihaknya sudah menahan ibu angkat bocah tersebut.

Kini, bocah malang tersebut dikembalikan kepada orangtua kandungnya di Nanjing. Ia juga mendapatkan pendampingam dari psikolog untuk pemulihan kejiwaannya. (*)

Tags
penyiksaan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved