Kehabisan Bekal Hidup, Penganiaya LA Akhirnya Menyerahkan Diri

Sebelum menyerahkan diri, Dia (RS) sudah lima hari tiba di Yogya

Kehabisan Bekal Hidup, Penganiaya LA Akhirnya  Menyerahkan Diri
kompas.com
Tiga buron kasus penyiksaan terhadap siswi SMA gara-gara tato Hello Kitty. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kehabisan bekal dalam pelariannya di Tasikmalaya Jawa Barat, RS (16) salah satu pelaku penyekapan dan penyiksaan terhadap La (18) gara-gara tato Hello Kity akhirnya menyerahkan diri.

RS warga Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman ini menyerahkan diri ditemani oleh orangtuanya pada Minggu (05/04/2015) kemarin.

"RS telah menyerahkan kemarin Minggu," ujar Kapolres Bantul, AKBP Surawan, Senin (06/04/2015).

Surawan menuturkan, RS datang ke Mapolres Bantul dengan ditemani oleh orangtuanya. Sebelumnya, RS melarikan diri sampai ke Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Dari pengakuannya, melarikan diri sampai ke Jawa Barat, daerah Tasikmalaya," ucapnya.

Namun, lanjutnya, lima hari lalu RS memutuskan untuk kembali ke Yogyakarta karena sudah kehabisan uang untuk hidup sehari-hari. Setelah sampai di rumah, Dia memutuskan untuk menyerahkan diri.

"Sebelum menyerahkan diri, Dia (RS) sudah lima hari tiba di Yogya," tandasnya.

RS berperan menjemput korban lalu di bawa ke kos di dusun Saman, desa Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Selain itu pelaku ikut menampar 2 kali. Menurutnya, usai RS menyerahkan diri ke Polisi sampai saat ini masih ada ada tiga pelaku lagi yang masih kabur.

Tiga pelaku yang masih dalam pengejaran yakni, Dena Titiratih sebagai otak pelaku penyekapan, Candra Kurniawan, dan Putri Diandra.

Seperti diberitakan sebelumnya, gara-gara tato gambar Hello kity sama dengan temanya, La (18) siswi salah satu sekolah di Kabupaten Bantul disekap dan dianiaya dengan cara dipukuli serta di sundut rokok.

Bahkan para pelaku yang berjumlah 9 orang tega memasukan botol Bir ke kemaluan La. (*)

Editor: ton
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved