Nostalgia Kesenian zaman Jawa Kuno di TBY
Wayang topeng yang bakal tampil berasal dari kecamatan Tepus, Gunungkidul.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Taman Budaya Budaya (TBY) melalui program gelar seni tradisi akan menampilkan kesenian wayang topeng pada Minggu (29/3/2015) pukul 10.00 WIB. Wayang topeng yang bakal tampil berasal dari kecamatan Tepus, Gunungkidul.
Wayang Topeng di Gunungkidul sudah ada sejak 1800an. Sempat mengalami kevakuman cukup lama dan baru 2014 coba dihidupkan kembali oleh generasi ketiga seniman wayang topeng.
Dijelaskan Ketua Panitia Pementasan, Wasdianan, Wayang Topeng merupakan tradisi budaya dan religiusitas masyarakat Jawa sejak zaman Kerajaan Kanjuruhan di sekitar daerah Malang yang dipimpin oleh Raja Gajayana sekitar abad ke 8 M. Topeng waktu itu yang terbuat dari batu adalah bagian dari acara persembahyangan.
Kemudian pada masa Raja Erlangga, topeng dikonstruksi menjadi kesenian tari. Topeng digunakan menari waktu itu untuk mendukung fleksibilitas si penari. Sebab waktu itu sulit untuk mendapatkan riasan (make up), untuk mempermudah riasan, maka para penari tinggal mengenakan topeng di mukanya.
"Wayang Topeng Malangan ini mengikuti pola berfikir India, karena sastra yang dominan adalah sastra India. Jadi cerita Dewata, cerita pertapaan, kesaktian, kahyangan, lalu kematian itu menjadi muksa. Sehingga sebutan-sebutannya menjadi Bhatara Agung. Jadi itu peninggalan leluhur kita, sewaktu leluhur kita masih menganut agama Hindu Jawa, yang orientasinya masih India murni," ujar Wasdiana.
Termasuk wayang topeng juga mengambil cerita-cerita dari India, seperti kisah-kisah Mahabarata dan Ramayana. Wayang Topeng ini dipakai media komunikasi antara kawulo dan gusti, antara raja dan rakyatnya. Kemampuan untuk menyerap segala sesuatunya dan membumikan dalam nilai kejawaan juga banyak terjadi tatkala Islam dan Jawa mulai bergumul dalam konteks wayang topeng. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wayang-topeng-kesenian-tradisi-seni-seniman.jpg)