Sekda Sleman Minta Warga Hindari Awul-awul

Maraknya peredaran pakaian bekas impor atau awul-awul menarik perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman

Sekda Sleman Minta Warga Hindari Awul-awul
KOMPAS.com / ABDUL HAQ
Geliat wisata malam para pembeli pakaian impor alias Cakar di Pasar Padduppa Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Minggu, (29/09/2013). 

Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Maraknya peredaran pakaian bekas impor atau awul-awul menarik perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman. Pasalnya, konsumen dari barang bekas itu tidak terjamin perlindungannya.

Hal ini lantaran, kata Sunartono, pakaian-pakaian tersebut merupakan limbah dari negara pengimpor. Sehingga potensial terkontaminasi bakteri, virus hingga jamur sejak dari negara asal.

“Terlebih saat ini awul-awul mudah didapatkan. Sehingga sangat memperhatikan dan perlu mendapatkan perhatian khusus,” paparnya, Minggu (22/3/2015).

Untuk itu, ia menganjurkan masyarakat untuk tidak membeli dan menggunakan pakaian awul-awul. Menurutnya, himbauan tersebut dimaksudkan agar masyarakat terhindar dari segala macam penyakit yang terbawa dari pakaian bekas impor itu.

“Lebih baik gunakan produk dalam negeri yang bukan limbah. Selain menghindari penyakit yang mungkin terbawa di pakaian awul-awul, juga menjaga harkat dan martabat bangsa,” ungkapnya.

Sunartono mengatakan himbauan tersebut juga didasari Surat Edaran Direktur Jenderak Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Nomor 48/SPK/SD/2/2015 tentang penanganan pakaian bekas impor.

Terlebih, kata dia, dalam satu poinnya disebutkan bahwa hasil pengujian terhadap 25 contoh pakaiaan bekas impor yang beredar di pasaran terbukti adanya cemaran bekteri dan jamur patogen yang cukup tinggi yakni diantaranya memiliki nilai total mikroba sebesar 216.000 koloni/gram.

“Yang jelas cemaran mikroba yang sangat tinggi pada pakaian bekas tersebut dapat menimbulkan penyakit yang berawal dari kontak langsung dengan kulit atau ditransmisikan oleh tangan manusia yang kemudian membawa infeksi masuk lewat mulut, hidung dan mata,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman ini. (tribunjogja.com)

Tags
Awul-awul
Penulis: ang
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved