Tribun Otomotif

Membuat Kaca Mobil Bak Daun Talas

Selain tingginya intensitas hujan, kurang optimalnya kinerja wiper dan kondisi kaca mobil yang kurang prima bisa jadi pemicu masalah.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Hendy Kurniawan
TRIBUN JOGJA/RENTO ARI
Perawatan terhadap kaca mobil menjadi bagian tak terpisahkan demi keamanan berkendara. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Satu masalah yang kerap menghantui ketika menyetir ketika hujan turun adalah berkurangnya pandangan. Selain tingginya intensitas hujan, kurang optimalnya kinerja wiper dan kondisi kaca mobil yang kurang prima bisa jadi pemicu masalah.

Kaca mobil dan wiper memang pasangan peranti mobil yang akrab dengan pengemudi di musim hujan. Kondisi berkendara yang sering terguyur hujan baik deras maupun hanya gerimis membuat dua alat itu harus bekerja sama.

Namun, kondisi kemarau panjang yang terjadi sebelum musim hujan seringkali menimbulkan masalah pada peranti penting tersebut. Mulai dari karet wiper yang retak dan patah, hingga kondisi kaca mobil yang sudah mulai terdistorsi. Tentunya ketika musim hujan tiba seperti sekarang, peranti tersebut harus prima agar berkendara aman dan nyaman.

Bagi sebagian orang, merawat peranti wiper dan kelengkapannya memang menyita waktu. Akibatnya, perawatan pun tak rutin dilakukan yang berakibat pada kinerja wiper yang kurang optimal. Padahal, salah satu faktor keamanan dalam mengemudi yaitu jelasnya pandangan (clear visibility) ke luar kendaraan. Apalagi jika hujan tiba, lantaran air di permukaan kaca tak sepenuhnya hilang meski sudah disapu wiper.

Berkendara dalam kondisi hujan lebat, apalagi kondisi wiper yang tak maksimal tentu meningkatkan risiko kecelakaan. Dengan wiper yang normal saja pandangan tak begitu jelas ketika hujan lebat, terlebih dengan yang bermasalah.

Wiweko Setyantoro (24), warga Klaten Selatan pernah mengalami kejadian buruk ketika bermasalah dengan kaca mobil dan wipernya. Hal itu alami beberapa waktu yang lalu ketika puncak musim hujan terjadi.

“Kejadiannya siang sih, tapi waktu itu hujan bener-bener lebat. Wiper sudah bekerja keras, tapi pandangan ke jalan masih agak kabur karena lapisan air terbentuk di kaca depan. Waktu itu saya sedang menuju ke Cawas dan sedang buru-buru. Di suatu perempatan nyaris saja saya menyerempet pengendara motor. Untungnya saya bisa menghindar,” katanya.

Kejadian tersebut menurut Eko, demikian ia akrab disapa, bukanlah yang pertama kali. Sebenarnya apabila ia tidak terburu-buru, ia bisa saja mengurangi laju kendaraan.

“Yang namanya hujan paling enggak ya harus lebih pelan. Tapi kalau pelan malah kaca depan semakin tebal lapisan airnya, pandangan jadi semakin kabur,” katanya.

Satu faktor keamanan dalam mengemudi yaitu jelasnya pandangan ke luar kendaraan. Apalagi jika hujan tiba, lantaran air di permukaan kaca tak sepenuhnya hilang meski sudah disapu wiper. Sebenarnya mudah mengatasinya, pakai saja produk penangkis air hujan (rain repellent) yang jenis dan cara pakaianya beragam. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
otomotif
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved