Breaking News:

Warga Minta Pemerintah Beri Sosialisasi Soal Penyakit Kencing Tikus

Selama ini warga di wilayahnya belum pernah mendapatkan sosialisasi mengenai penyakit yang mematikan Leptospirosis

Tribun Jogja/ M Fauziarakhman
Grafis Leptospirosis 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bersamaan dengan musim hujan yang saat ini masih berlangsung, penyakit yang ditularkan dari kencing tikus atau Leptospirosis, kasusnya cukup tinggi di Kota Yogyakarta. Berdasarkan datan dari dinas kesehatan Kota Yogyakarta, hingga Maret ini telah tercatat 14 kasus dan mengakibatkan lima orang meninggal dunia.

Berkaitan dengan hal tersebut, sejumlah masyarakat Yogyakarta meminta pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi penyakit tersebut. Ketua RT 18, RW 2, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Gondomanan, Sugeng Hermanto mengatakan selama ini warga di wilayahnya belum pernah mendapatkan sosialisasi mengenai penyakit yang mematikanLeptospirosis.

"Jika memang penyakit tersebut berbahaya, kami berharap agar pemerintah dan dinas terkait melakukan sosialisasi mengenai Leptospirosis," ungkap Sugeng, Minggu (15/3).

Masyarakat perlu pengetahuan yang cukup bagaiamana panyakit tersebut ditularkan, bagaiamana cara mencegahnya, dan bagaiamana ciri-ciri orang yang terserang penyakit tersebut.

Hingga saat ini, warga di wilayah yang berada persis di pinggir sungai Code tersebut belum ada yang terkena Liptospirosis. Meskipun demikian Sugeg berharap jangan sampai ada warganya yang terkena, baru dilakukan sosialiasasi.

"Untuk mencegah mewabahnya beragam penyakit, termasuk demam berdarah dan leptospirosis kami rutin melakukan kerja bhakti membersihkan lingkungan," ujar Sugeng.

Hal yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan Endang Titiek, Ketua RW 11, Kelurahan Cokrodiningrat, Kecamatan Jetis. Endang menyatakan, sekitar empat bulan yang lalu sejumlah kader PKK di wilayahnya pernah mendapatkan sosialisasi mengenai loptospirosis di Puskesmas.

Tetapi untuk lebih mengenalkan penyakit tersebut Endang berharap agar sosialisasi dapat melibatkan seluruh masyarakat di kawasannya. Menurutnya tidak semua anggota masyarakatnya telah paham menangani penyakit tersebut.

"Beberapa waktu yang lalu, di wilayahnya kami diadakan sosialisasi mengenai penyakit flu burung, cara pencegahannya, ciri-ciri orang yang mengidapnya, dan dilakukan penyemprotan disinfektan. Alangkah lebih baiknya jika hal yang sama dilakukan untuk penyakit liptospirosis, terlebih daerah kami padat penduduk," kata Endang saat ditemui di kediamannya.

Sama dengan apa yang dilakukan oleh Sugeng, ketua RW yang membawahi lima RT dan sekitar 200 kepala keluarga tersebut menggalakan kerja bhakti dan pola hidup sehat untuk menghindari beragam penyakit. (tribunjogja.com)

Penulis: Hamim Thohari
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved