Gelatik Belong Potensial Ditangkarkan

Menangkarkan burung ini relatif mudah, seperti burung finch pada umumnya, lebih mudah menangkarkan burung ini tak hanya satu pasang

omkicau.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Burung ini memiliki postur hampir sama dengan burung pipit atau finch. Paruhnya yang berwarna merah adalah salah satu ciri khas yang dimiliki burung yang banyak dipelihara sebagai burung hias ini.

Adalah burung gelatik jawa (Padda oryzivora) namanya. Di mancanegara burung ini disebut java sparrow atau java finch.

Gelatik ini kerap disebut juga dengan gelatik belong. Burung ini memiliki warna yang khas sehingga mudah dikenali. Bulu berwarna putih akan mendominasi pada bagian bawah kelopak mata atau pipi, sementara itu, bulu hitam mendominasi bagian kepala. Paruh Gelatik jawa tebal dan berwarna merah.

Di Indonesia sendiri, ada dua jenis Gelatik, yakni gelatik timor (Padda fuscata) dan gelatik jawa (Padda oryzivora). Untuk motif warna, ada kemiripan antara kedua jenis gelatik ini.

Burung yang habitatnya hampir menyebar di seluruh daerah di selatan pulau jawa ini, lebih menyukai daerah sabana atau tanah-tanah lapang dengan banyak rerumputan. Gelatik hidup mengelompok dengan makanan utamanya adalah bulir-bulir rerumputan, terutama padi.

Burung berukuran kecil ini memiliki persebaran di Pulau Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Soal suara, Gelatik juga memiliki ciri khas, kicauannya yang unik kerap dijadikan sebagai burung master.

"Selain untuk burung hias biasanya untuk master juga. Suaranya memang unik "swit,swit,swit", cocok untuk masteran," ujar Totok, salah satu penghobi burung asal Kasihan, Bantul, Kamis (12/3/2015).

Populasi gelatik jawa di alam liar memang terus mengalami penurunan, salah satu faktornya adalah akibat alih fungsi lahan. Agar tak punah, beberapa penghobi menyarankan agar menangkarkan burung ini.

Menangkarkan burung ini relatif mudah, seperti burung finch pada umumnya, lebih mudah menangkarkan burung ini tak hanya satu pasang, lebih banyak pasangan lebih besar kemungkinan berhasilnya.

"Kalau banyak, jodohnya lebih gampang. Kalau sudah jodoh (berpasangan) kemungkinan bertelur lebih besar. Setelah itu tergantung perawatan dan kandang," ujar Totok.

Bahkan, Gelatik jawa ini cukup terkenal di Eropa sebagai burung hias dan beberapa orang sudah sukses mengembangbiakkan dengan menghasilkan perpaduan warna. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
burung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved