Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Sleman Juga Naikkan Harga Jual

Sejumlah pedagang terpaksa meningkatkan harga jual atau mengurangi ukuran lauk pauk dari kedelai itu.

Penulis: ang | Editor: Muhammad Fatoni

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Melemahnya kurs rupiah terhadap dolar berdampak besar pada perajin tempe dan tahu di Sleman. Sejumlah pedagang terpaksa meningkatkan harga jual atau mengurangi ukuran lauk pauk dari kedelai itu.

Hal tersebut lantaran harga bahan baku berupa kedelai impor meningkat tajam. Kondisi ini sontak membuat ongkos produksi naik dari biasanya.

Arifin Saputra (42) perajin tempe di Dusun Karang Kalasan, Tirtomartani, Kalasan mengatakan harga komoditas kedelai impor di pasaran saat ini mencapai Rp 8.600 per kilogram. Padahal sebelumnya harga kedelai Amerika itu dibandrol dengan harga Rp 7.200 per kilogram.

"Harga bahan baku meningkat signifikan. Padahal ongkos produksinya tidak hanya untuk beli bahan baku," ungkapnya saat ditemui tribunjogja.com di tempat produksinya, Jumat (13/3/2015).

Menurutnya dengan meningkatnya biaya produksi itu, ia terpaksa menaikkan harga jual tempenya. Kendati demikian, ia tidak berani membandrol dengan harga yang tinggi mengingat konsumennya yang kebanyakan warung-warung kecil.

"Maksimal dinaikkan Rp 500 per potongnya. Kalau lebih dari itu takut pelanggan lari," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved