Pelajar Tak Naik Kelas Beli Ponsel Pakai Upal

Pelajar SMK swasta di Kulonprogo, Ramadani (21), nekad membeli handphone menggunakan uang palsu

Pelajar Tak Naik Kelas Beli Ponsel Pakai Upal
NET
Ilustrasi

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pelajar SMK swasta di Kulonprogo, Ramadani (21), nekad membeli handphone menggunakan uang palsu. Aksinya tersebut ketahuan si penjual. Setelah ditangkap polisi, pelajar yang dikabarkan kerap tidak naik kelas ini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Wates, Senin (16/2/2015).

Ramadani yang tinggal Pedukuhan Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, ini semula ingin membeli handphone milik Miftahul Rahman (21), warga Pedukuhan Kuncen, Desa Bendungan, Kecamatan Wates. Keduanya berkomunikasi via handphone dan janjian untuk bertemu melakukan transaksi di wilayah Ngestiharjo pada Kamis (12/2/2015) pukul 22.00.

Di lokasi, tepatnya di jalan Bendungan-Toyan, dekat gapura Desa Ngestiharjo, keduanya bertemu. Ramadani menyerahkan uang Rp 130 ribu. Uang itu terdiri atas selembar uang Rp 100 ribu, selembar Rp 20 ribu, dan dua lembar Rp 5 ribu. Miftahul kemudian menyerahkan handphone-nya.

Namun, sesaat transaksi, Miftahul merasa uang lembaran Rp 100 ribu dari Ramadani mencurigakan. Selain terasa tebal di tangan, bentuknya juga kaku. Sejumlah warga lain pun ikut penasaran dan mengerumuninya.

Akhirnya korban dan warga menggiringnya ke pos polisi terdekat. Untuk menghindari amukan warga, petugas membawanya ke Polsek Wates. Hasil penggeledahan polisi, ternyata dalam saku pakaian Ramadani ditemukan 19 lembar uang serupa, pecahan Rp 100 ribu yang diduga palsu.

Polisi menyitanya. Selain itu, uang yang digunakan transaksi tersebut juga diamankan sebagai barang bukti. Ramadani mengakui, uang yang dibawanya dan digunakan untuk transaksi palsu. Uang palsu tersebut diperolehnya dari seorang rekannya di tambak udang tempatnya bekerja.

"Saya ditawari. Awalnya tidak mau. Tapi karena dipaksa lama-lama saya mau," kata Ramadani, Senin (16/2).

Di Unit Reskrim Mapolsek Wates, Ramadani menceritakan, selama ini telah berhasil mengedarkan uang palsu lembaran Rp 100 ribu di wilayah Purworejo dan sekitar Sermo Kokap sebanyak 17 lembar. Caranya, uang palsu tersebut digunakannya untuk membeli rokok dan bensin.

"Kalau bisa membelanjakannya, per Rp 100 ribu uang palsu saya lalu bayar teman saya Rp 70 ribu. Waktu itu baru disuruh coba-coba," katanya.

Rp 2 Juta

Halaman
12
Tags
Upal
Penulis: ose
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved