Seniman Berdendang untuk Rembang

Acara yang juga menjadi sarana penggalangan dana ini merupakan bentuk solidaritas dan empati terhadap perjuangan di lereng pegunungan Kendeng, Rembang

Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Eksebisi seni dan budaya bertajuk ‘Dendang Untuk Rembang’ digelar di ASCOS, Jl Tirtodipuran, Yogyakarta. Acara yang juga menjadi sarana penggalangan dana ini merupakan bentuk solidaritas dan empati terhadap perjuangan di lereng pegunungan Kendeng, Rembang.

Hingga kini lebih dari 200 hari para masyarakat, terutama Ibu-ibu bertahan di apa yang mereka sebut ‘Tenda Perjuangan’ di lereng pegunungan Kendeng, Rembang. Mereka menyuarakan tuntutan penolakan terhadap rencana eksploitasi dan pendirian Pabrik Semen Rembang di lingkungan mereka.

Kekerasan dan represi aparat yang kerap didapat pun tidak membuat gentar kaki mereka untuk terus bertahan menuntut keadilan.

Di antara eksebisi penggalangan dana tersebut berkumpul beberapa komunitas di antaranya, ‘Tattoo Charity’ oleh para seniman tato yang bergabung dalam komunitas Gerombolan Tukang Tattoo Yogyakarta (GENTO Yk).

Selain itu juga ada Pasar Lapak Merchandise dengan komunitas yang berpartisipasi adalah Needle N Biotch, Stroberi Hitam, Hey You, Pretty Fish, Media Legal, Survive Garage dan Tangan Reget. Pada kesempatan ini Survive Garage bersama Tangan Reget membuka lapak sablonase dengan desain-desain menarik yang sesuai dengan tema acara ini.

Sedangkan komunitas Needle N' Biotch memutarkan film-film koleksi dokumentasi tentang aktivitas mereka di Rembang, KulonProgo, dan lainnya. Untuk Pameran seni rupa pembukaannya dilakukan Sukinah selaku perwakilan warga Kendeng. Pada eksebisi ini ada puluhan perupa Yogyakarta yang berkontribusi. Semua dana registrasi dan penjualan karya dikumpulkan untuk menambah pundi-pundi amal.

Pada malam tersebut juga digelar pertunjukan musik oleh Sisir Tanah, Orkes Ngopi Cerdas, Dendang Kampungan, Kepal SPI, dan Arye De Siul.

Menurut Patub Porx selaku koordinator acara ini, dana yang terkumpul sejumlah Rp 4.300.000 langsung di serahkan kepada Sukinah, perwakilan dari warga Kendeng yang hadir bersama kawan-kawan aktivis dari Rembang yang ikut mendampingi.

Karya-karya tersebut masih bisa dinikmati dan dijual kepada para peminat dan kolektor seni. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
Rembang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved