Craft Semakin Menjadi Tren

Kerajinan tangan sebenarnya tidak lepas dari seni rupa, dimana di luar negeri biasanya digabung menjadi satu genre ‘art and craft’

Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BEBEREPA tahun terakhir ini craft atau kerajinan tangan semakin menjadi tren dan memberikan hype tersendiri bagi beberapa komunitas dan orang-orang yang menikmatinya. Meski masih banyak yang menganggapnya sebagai bagian atau perpanjangan dari hobi, tapi banyak juga yang telah menjalaninya secara serius dan menjalani bisnis craft dengan cukup baik.

Sedangkan menurut satu di antara pegiat craft, Lois Nur Fathiarini, di lain sisi, kerajinan tangan sebenarnya tidak lepas dari seni rupa, dimana di luar negeri biasanya digabung menjadi satu genre ‘art and craft’, dan keduanya saling mendukung.

Lois mencontohkan ketika seorang seniman membuat karya yang nilai jualnya tinggi, suatu saat ia akan merasa perlu untuk membuat karya-karya kecil yang lebih terjangkau, baik secara nominal maupun secara distributif, bisa dinikmati oleh audiens yang lebih banyak, yakni dengan art merchandise.

Begitu juga sebaliknya, menurutnya para crafter sebaiknya menyadari bahwa prioritasnya, ketika sudah memasuki bisnis craft, tidak hanya tentang produksi, tapi juga nilai seni dari produk atau brandnya.

Dengan milestone komunitas art & craft yang mulai matang di Yogyakarta, para pegiatnya merasa perlu menggelar event dimana para seniman, maupun crafter bisa berpartisipasi di dalamnya.

“Tidak melulu mengenai jual-beli, tapi juga mengingatkan bagaimana kita bisa saling bertegur sapa dan bertukar ilmu dalam satu event dengan adanya workshop, talk show, bahkan art performance yang mungkin belum pernah dikenal atau dilihat secara langsung oleh para pengunjung,” urai Lois.

Sebuah event estafet bertajuk ‘Pasar Buah Tangan’ merupakan event estafet berkembang dengan konten event yang lebih padat dan audience yang lebih luas. Sejak Desember 2014 kemarin, event yang awalnya bernama ‘Buah Tangan’ ini diinisiatori oleh Arya Jalu.

Pada Minggu, (1/2/2015) kemarin digelar acara Pasar Buah Tangan di Pendopo Maguwo, Dusun Jenengan, Yogyakarta. Gelaran ini mengajak para seniman, crafter dan penggiat beragam komunitas untuk berpartisipasi di dalamnya.

Di dalamnya ada bazaar art & craft dengan 25 peserta, workshop membuat sabun natural oleh Moloka Farm Living, membuat gantungan pot makram oleh Untir-untir, membuat sablon stensil oleh Tamimi dan membuat dompet crochet oleh Itjoel Craft, talk show tentang Art Merchandising bersama Bayu Widodo dari Survive Garage, performance tari dari Uma Perkumpulan Mahasiswa Mentawai (UPMM) Yogyakarta, juga ada pasar kaget makanan dan minuman dari komunitas Pojok Organik Jogja. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
kerajinan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved