Breaking News:

PKL Dukung Larangan Impor Pakaian Awul-awul

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mendukung rencana Kementerian Perdagangan tentang kebijakan pelarangan impor pakaian bekas (awul-awul)

KOMPAS.com / ABDUL HAQ
Geliat wisata malam para pembeli pakaian impor alias Cakar di Pasar Padduppa Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Minggu, (29/09/2013). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mendukung rencana Kementerian Perdagangan tentang kebijakan pelarangan impor pakaian bekas (awul-awul). Menurut Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun, di samping dapat menyebarkan berbagai penyakit ke masyarakat, keberadaan pakaian impor bekas mengancam profesi tukang jahit.

Ali mengatakan, impor pakaian bekas telah menyebabkan usaha konveksi dan garmen kolaps. Ia berharap kebijakan pelarangan impor pakaian bekas bisa turut membangkitkan usaha garmen serta memperkuat profesi tukang jahit dan usaha konveksi.

"Oleh karena itu, APKLI mendukung sepenuhnya kebijakan Kemendag RI melarang impor pakaian bekas," ucap Ali melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (8/2/2015).

Ali menegaskan, pedagang kaki lima (PKL) hanya menjual barang ke masyarakat dan tidak terkait langsung dengan sektor produksi. Dengan demikian, dia yakin PKL tidak terpengaruh oleh kebijakan pemerintah melarang pakaian impor bekas. (*)

Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved