Omzet Pedagang Awul-awul Capai per Hari

Yulianto, penjual baju awul-awul mengaku setiap hari omzet penjualan tidak berubah, antara Rp1,5 juta sampai Rp2 juta.

Omzet Pedagang Awul-awul Capai per Hari
trenawul-awul.blogspot.com
Penjual pakaian bekas impor, atau akrab disebut pakaian awul-awul. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kendati berita larangan impor baju bekas yang diduga mengandung bakteri terus menjadi perbincangan hangat, pengelola toko awul-awul di jalan Jenderal Sudirman Magelang mengaku aktivitas penjualan tak terpengaruh.

Yulianto, penjual baju awul-awul mengaku setiap hari omzet penjualan tidak berubah, antara Rp1,5 juta sampai Rp2 juta. Dia mengatakan, owolan yang dijual jumlahnya mencapai ratusan ribu lembar. Terdiri dari celana panjang, hem, jaket, kaos, dasi dan lain sebagainya.

"Pakaian owol berasal dari Jepang, Korea dan Amerika. Terbanyak berasal dari Jepang. Yang paling laris produk jaket," katanya.

Dia menjelaskan, pakaian owolan didrop dari Bandung. Adapun pengiriman bisa satu sampai tiga bulan sekali dengan jumlah pengiriman bisa 3-4 bal. Setiap ada kiriman barang, maka stok barang yang lama tidak disingkirkan, melainkan tetap di jajakan dan ditumpuk.

Pakaian bekas itu dijualnya dengan harga murah. Mulai dari harga jual berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp100 ribu. Namun ada juga yang Rp 500 ribu khusus untuk jaket kulit.

"Sebagian besar konsumen adalah mahasiswa, meski ada juga masyarakat umum dari Magelang dan sekitarnya. Bahkan ada yang sengaja datang untuk kulakan owolan," tandasnya.

Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag) Kora Magelang menemukan sejumlah produk pakaian bekas impor atau awul-awul yang tidak layak pakai di Kota Magelang. Produk tersebut dijual di toko owolan yang berada di jalan Jendral Sudirman Kota Magelang.

Dari pemantauan Diskoperindag Kota Magelang, banyak pakaian kotor kecoklatan dan banyak debu yang dijual di toko ini. Pakaian itu kemudian diteliti oleh petugas Diskoperindag dan sampelnya dibawa untuk diuji laboratorium. (*)

Tags
Awul-awul
Penulis: ais
Editor: hdy
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved