Rivalitas Rangers-Celtics yang Melegenda, Mulai Politik Sampai Agama
Persaingan dua klub yang berbasis di Kota Glasgow ini sedemikian sengit karena didasari konflik sektarian antarsuporter.
TRIBUNJOGJA.COM - Sepak bola sejatinya hanya sebuah cabang olahraga. Namun, pengaruhnya terkadang melebihi dari itu. Rivalitas antara Celtic FC dan Rangers FC di Skotlandia bisa menjadi salah satu contoh. Persaingan dua klub yang berbasis di Kota Glasgow ini sedemikian sengit karena didasari konflik sektarian antarsuporter.
Secara kebetulan, basis pendukung Celtic dan Rangers bertolak belakang dalam beragam hal. Dari segi ideologi politik, para penggemar Celtic condong ke sosialisme. Sementara itu, fans Rangers lebih dikenal sebagai kaum konservatif.
Pilihan terhadap eksistensi Skotlandia sebagai sebuah negara pun berseberangan. Penggemar Rangers merupakan kaum British Unionist yang mendukung pemersatuan Skotlandia di bawah United Kingdom. Otomatis, mereka adalah pendukung kerajaan Inggris. Fans Celtic memiliki kecenderungan bertolak belakang. Mereka adalah kaum Republikan yang ingin Skotlandia berdiri sendiri. Malah suporter The Bhoys dengan terbuka mengaku mendukung gerakan separatis seperti IRA.
Akan tetapi, ada satu hal yang membuat rivalitas Celtic dan Rangers mencapai titik didih tertinggi. Pemicunya adalah konflik berbau agama yang memanaskan duel yang bertajuk Old Firm Derby tersebut.
Celtic dikenal sebagai klub orang Katolik. Sebaliknya, Rangers adalah milik kaum Kristen Protestan. Sedemikian besar aroma persaingan berbau agama di kedua klub, sampai-sampai, sesudah Perang Dunia I tidak pernah ada pemain beragama Katolik di Rangers.
The Gers baru memutus tradisi tersebut pada 1989 karena merekrut Maurice Johnston yang beragam Katolik. Namun, akibatnya cukup fatal. Sejumlah suporter menuntut pengembalian uang tiket terusan atau membakar tiket terusan mereka di depan kandang klub, Stadion Ibrox.
Benturan beragam hal di antara para penggemar Rangers dan Celtic membuat laga Old Firm Derby selalu panas. Bahkan, tak jarang, performa seorang pemain The Gers dan The Bhoys hanya ditakar dari penampilannya di pertandingan tersebut. Saking seru, Old Firm Derby sering dipandang oleh berbagai media sebagai salah satu duel terpanas di sepak bola.
Pemilihan itu bisa dimaklumi jika melihat efek Old Firm Derby. Selain dipastikan panas di atas lapangan, rivalitas Celtic dan Rangers ternyata memiliki sisi gelap. Old Firm Derby kerap memakan korban jiwa, sehingga memaksa pemerintah Skotlandia mengeluarkan undang-undang antisektarianisme di olahraga pada 2005. (*)