Breaking News:

Dalam Satu Gram Pakaian Awul-awul Ada 216 Ribu Koloni Bakteri

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menemukan 216.000 koloni bakteri per gram dalam celana impor bekas

Editor: Ikrob Didik Irawan
KOMPAS.com / ABDUL HAQ
Geliat wisata malam para pembeli pakaian impor alias Cakar di Pasar Padduppa Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Minggu, (29/09/2013). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menemukan 216.000 koloni bakteri per gram dalam celana impor bekas. Temuan itu berdasarkan uji laboratorium terhadap celana impor yang diduga terkena cairan menstruasi.

"Ternyata celana itu bekas mens," ujar Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag Widodo saat jumpa pers, Jakarta, Rabu (4/1/2015).

Dia menjelaskan, Kemendag telah melakukan uji sampel 25 baju dan celana bekas impor yang diambil dari Pasar Senen Jakarta. Hasilnya, semua pakaian impor itu mengandung berbagai bakteri berbahaya bagi kesehatan.

Oleh karena itu, dia sekali lagi mengimbau agar masyarakat tak membeli pakaian bekas impor. Pasalnya, dari tampak luar saja pakaian impor bekas itu sudah tak layak pakai.

"Tidak ada satupun pakaian bekas impor yang sehat. Tidak ada satupun," kata dia.

Sementara itu, berdasarkan Undang-undang Perdagangan, barang bekas impor dilarang masuk ke Indonesia. Oleh karenanya, Widodo memastikan bahwa semua pakaian impor bekas merupakan barang ilegal. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved